DILI, 30 Mei 2025 (TATOLI) – Presiden Filipina, Ferdinand R. Marcos Jr. menyambut baik keputusan Timor-Leste yang memulangkan buronan Filipina, Arnolfo (Arnie) Teves Jr. ke negara asalnya.
“Sekarang saatnya bagi Arnolfo Teves untuk diadili,” kata Ferdinand R. Marcos pada dalam pesan video yang diunggah di halaman Facebook resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), tidak lama setelah pesawat Angkatan Udara Filipina yang membawa Arnolfo Teves mendarat di Kota Davao, Filipina untuk mengisi bahan bakar sebelum terbang ke Pangkalan Udara Villamor di Kota Pasay, pada kamis (29/05) malam.
Dalam laman resmi kantor berita Philippine News Agency yang dikutip Tatoli, Jumat (30/05), menyebutkan Presiden Filipina mengatakan sekarang saatnya bagi mantan anggota DPR Negros Oriental, Arnolfo Teves Jr. untuk menghadapi kasus pidana yang diajukan terhadapnya setelah ia dipulangkan ke Filipina.
Kepala Negara Filipina itu mencatat bahwa ia pertama kali diberitahu tentang perkembangan kasus tersebut oleh Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmão selama KTT ke-46 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang baru saja berakhir di Kuala Lumpur, Malaysia.
Berita terkait : Arnolfo Teves dideportasi ke Filipina, Terima kasih Timor – Leste
“Ini tidak akan terjadi tanpa bantuan Presiden José Ramos-Horta (Presiden Timor-Leste) dan Perdana Menteri Gusmão (Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão). Mereka telah bekerja sangat keras untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Kepala Negara Filipina..
“Seperti yang kita ketahui, mantan anggota kongres, Arnie Teves, menghadapi dakwaan pembunuhan dan kejahatan lain yang terkait dengan penyergapan terhadap mantan gubernur Degamo. Kami juga ingin meyakinkan warga negara kami bahwa pelanggaran hukum seperti itu tidak akan luput dari hukuman,” imbuh Presiden Ferdinand R. Marcos.
Arnolfo Teves menghadapi berbagai dakwaan pidana, termasuk pembunuhan besar-besaran terhadap mantan gubernur Negros Oriental Roel Degamo pada tahun 2023 dan kasus pembunuhan lainnya pada tahun 2019.
Dalam video lain dari PCO, Arnolfo Teves diberitahu bahwa ia ditahan berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Pengadilan Daerah Manila (RTC) pada bulan September 2023 atas 10 tuduhan pembunuhan, 12 tuduhan pembunuhan berencana, dan empat tuduhan percobaan pembunuhan.
Pada tahun 2024, RTC Dumaguete juga mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Teves atas tuduhan pembunuhan, kepemilikan bahan peledak ilegal, kepemilikan senjata api ilegal, dan pelanggaran Undang-Undang Pencegahan dan Penindakan Pendanaan Terorisme.
Sesuai dengan Pasal 25 Undang-Undang Republik 11479 atau Undang-Undang Antiterorisme tahun 2020, Teves dan 12 orang lainnya ditetapkan berdasarkan Resolusi 43 (2023) Dewan Antiterorisme sebagai pemimpin organisasi teroris atas “pembunuhan terencana dan tindak kekerasan di Negros Oriental.”
Sementara itu, Buronan asal Filipina, Arnolfo Teves Jr., resmi dideportasi dari Timor Leste ke negara asalnya pada Kamis (29/5) sore pukul 15.41 WTL. Proses deportasi dilakukan melalui Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Comoro, Dili, menggunakan pesawat Angkatan Udara (AU) Filipina nomor 142.
Pesawat militer Filipina (Philippine Air Force) tersebut tiba di bandara pukul 13.20 dan langsung disambut oleh otoritas Timor – Leste bersama delegasi dari pemerintah Filipina.
Proses serah terima dilakukan oleh Menteri Kehakiman Timor – Leste, Sergio Hornai, kepada perwakilan Kepolisian Internasional (Interpol) Filipina dan disaksikan langsung oleh Duta Besar Filipina untuk Timor Leste, Duta Besar Filipina, Mary Anne A. Padua.
TATOLI




