iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Horta minta setiap tenaga kerja Timor-Leste hormati proses hukum negara tempat bekerja

Horta minta setiap tenaga kerja Timor-Leste hormati proses hukum negara tempat bekerja

Para pekerja Timor - Leste yang sedang mendengarkan penjelasan, sebelum bertolak ke Australia untuk bekerja. Foto dokumen Tatoli

DILI, 27 Mei 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos Horta, meminta kepada semua tenaga kerja berwarga negara Timor-Leste (WNTL) yang bekerja di luar negeri untuk menghormati proses hukum negara tempat mereka bekerja.

Presiden Horta mengatakan hal itu melalui konferensi pers yang dilakukan di Istana Negara, Dili, selasa ini, terkait insiden penikaman sesama tenaga kerja Timor-Leste yang terjadi di Adelaide, Australia, kamis (22/05/2025).

“Kita pergi ke negara orang lain, harus menghormati hukum dan situasi di negara tempat bekerja, karena kebanyakan kaum minoritas merusak citra kaum mayoritas,” kata Presiden Horta.

Kepala Negara meminta kepada Pemerintah melalui Sekretariat Negara Urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) agar  tidak merekrut tenaga kerja dengan latarbelakang politik atau yang terlibat dalam kelompok beladiri.

Berita terkait :  Insiden Penikaman di Australia, Pemerintah TL sampaikan  permintaan maaf  

“Sekarang Sekretariat Negara Urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan harus  lebih berhati-hati, jangan merekrut berdasarkan berdasarkan warna partai atau kelompok beladiri. Duta Besar kita di Australia telah mengeluhkan hal tersebut,” kata Presiden Horta.

Presiden Horta juga menambahkan jika ada tenaga kerja yang terlibat dalam kekerasaan atau kejahatan maka serahkan semuanya kepada pihak berwajib di Australia.

“Saya sarankan kepada pihak berwajib di Australia jangan banyak bicara, deportasi kembali mereka ke Timor-Leste, ke negara asal. Lalu di sini diserahkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti,” kata Horta. 

Sebelumnya, Pemerintah Timor – Leste melalui Sekretaris Negara Urusan Pelatiihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Rogerio Araujo Mendonca telah meminta maaf kepada Pemerintah Australia terkait insiden penikaman sesama tenaga kerja Timor-Leste yang terjadi di Adelaide, Australia, kamis (22/05).

“Pemerintah Timor- Leste melalui Sekretariat Negara Urusan Pelatiihan Profesional dan Ketenagakerjaan meminta maaf kepada Pemerintah Australia, berkaitan dengan insiden yang terjadi tadi malam. Karena, sejak tahun 2012 hingga 2024, tidak pernah terjadi kejadian seperti itu dan sekarang baru  terjadi untuk pertama kalinya,” kata SEFOPE Rogerio saat ditanya wartawan terkait insiden sesama Naker saling menikam  di Australia.

Kepada wartawan SEFOPE Rogerio mengatakan, kejadian yang dilakukan dua pekerja mobilitas itu tidak pernah terduga. “ Kita semua tidak menduganya,” ungkap SEFOPE Rogerio.

Ia pun menyebutkan bahwa,  berita tentang penikaman sesama Naker Timor-Leste telah diberikan oleh media Australia. Jadi, saat ini kedua tenaga kerja dirawat di Rumah Sakit Royal Adelaide untuk perawatan lebih lanjut.

SFOPE Rogerio berharap dengan kejadian yang telah terjadi, tidak berdampak pada kerjasama program mobilitas tenaga kerja antara Timor –  Leste dan Australia.

Dikatakan, menurut informasi dari Kedutaan Besar Timor – Leste di  Australia bahwa  insiden penikaman itu terjadi  berawal dari masalah pintu kamar yang dikunci oleh temannya.

“Kasus saat ini dalam tahap proses investigasi dari pihak kepolisian di Australia, dan setelah proses  invevstigasi selesai, baru  pihak kepolisian akan  menginformasikan kepada publik motif dari kejadian tersebut,” jelasnya.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor    : Armandina Moniz

 

 

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!