iklan

POLITIK, HEADLINE

HUT Restorasi, Presiden Horta : Timor – Leste oasis demokrasi di tengah dinamika global

HUT Restorasi, Presiden Horta : Timor – Leste oasis demokrasi di tengah dinamika global

Presiden Republik, José Ramos Horta. Foto Tatoli/António Daciparu

DILI, 20 Mei 2025 (TATOLI)– Presiden Republik, José Ramos Horta menegaskan identitas Timor-Leste sebagai oasis demokrasi serta kedamaian, dan toleransi di tengah dinamika global yang penuh gejolak dalam peringatan 23 tahun Restorasi Kemerdekaan.

Presiden Horta menggambarkan Timor-Leste sebagai negara demokrasi muda yang bersemangat dan terbuka, dengan masyarakat yang multikultural, multibahasa, multiagama, dan berkomitmen pada keberagaman serta pluralitas politik.

“Kita hidup rukun, tanpa kekerasan politik, tanpa kejahatan bersenjata, tanpa konflik etnis atau agama,” ujar  Presiden Horta dalam pidatonya pada Upacara peringatan HUT Restorasi Kemerdekaan ke-23, yang digelar Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili,  selasa ini.

Presiden Horta juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Nasional (PNTL) dan Angkatan Pertahanan Timor-Leste (F-FDTL) atas profesionalisme mereka dalam menjunjung hak asasi manusia.

Ia mengakui adanya berbagai tantangan serius di bidang sosial, seperti kemiskinan ekstrem, kekurangan gizi anak, kekerasan dalam rumah tangga, dan tingginya angka kematian ibu dan bayi, namun menegaskan bahwa pemerintah sedang berkomitmen untuk mengatasinya.

Horta menyoroti pencapaian signifikan sejak kemerdekaan, dari hanya 20 dokter per satu juta penduduk pada 2002, kini Timor-Leste memiliki lebih dari 1.200 tenaga medis untuk populasi sekitar 1,5 juta jiwa. Akses listrik telah menjangkau lebih dari 98% wilayah, dan peluncuran kabel bawah laut akan mempercepat transformasi digital nasional.

Dari sektor infrastruktur, Presiden Horta menyinggung proyek strategis seperti Pelabuhan Tibar, hasil kerja sama publik-swasta dengan Bank Dunia dan Bolloré, serta rencana perluasan Bandara Internasional Dili yang didukung Australia dan Jepang.

Ia juga menyebut rencana pembangunan hotel berbintang, pusat konvensi, marina, dan pengembangan kawasan tepi laut Dili sebagai bagian dari agenda nasional untuk menarik investasi asing dan menciptakan lapangan kerja.

Menyoroti hubungan regional, Presiden Horta menyampaikan bahwa lebih dari separuh impor Timor-Leste berasal dari negara-negara tetangga seperti Indonesia, Australia, Singapura, dan China.

Ia juga mengungkap bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Timor-Leste menempati peringkat ke-enam jumlah pengunjung terbanyak ke Indonesia, dengan 68.142 kunjungan hanya dalam bulan Agustus 2024.

Presiden Horta juga mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada Gereja Katolik yang disebut sebagai “satu-satunya lembaga sekuler” yang tetap hidup dan bersemangat dalam perjuangan kemerdekaan.

Ia juga memberi penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan, jaringan klandestin, kaum muda, dan diplomat, serta menyanjung peran penting tokoh nasional Kay Rala Xanana Gusmão yang disebut berhasil menjauhkan perjuangan dari ideologi Marxisme-Leninisme dan membangun jembatan dengan Gereja Katolik.

Secara khusus, Horta memuji kebesaran rakyat dan pemerintah Indonesia dalam menerima hasil Jajak Pendapat 1999 yang membuka jalan bagi kemerdekaan Timor-Leste.

Ia menyambut hangat kehadiran Brigadir Jenderal TNI, João Xavier Barreto Nunes, Komandan Danrem 161 Wirasaksi Kupang, Indonesia,  sebagai simbol persahabatan dan rekonsiliasi yang telah terjalin kuat.

“Kalau hari ini kita bebas dan berdaulat, itu berkat rakyat kita, Gereja kita, para pejuang kita, dan juga rakyat Indonesia yang memberikan ruang dan dukungan untuk lahirnya kemerdekaan yang kita rayakan hari ini,” papar Kepala Negara. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!