DILI, 05 Mei 2025 (TATOLI)-– Tim gabungan dari Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF -tetun) bersama para peneliti dari Universitas Udayana, Indonesia, akan memulai tahap kedua penelitian kesuburan tanah di enam kotamadya Timor-Leste mulai besok (06/05).
Kegiatan penelitian ini akan berlangsung selama satu bulan dan mencakup wilayah Aileu, Dili, Liquiçá, Lautem, Manatuto, dan Oe-Cusse, dengan tujuan mengevaluasi potensi tanah untuk mendukung hortikultura, peternakan babi, dan akuakultur.
Direktur Nasional Penelitian dan Statistik di MAPPF, Cesar José da Cruz, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang dilakukan pada tahun lalu di tujuh kotamadya lainnya.
“Kami ingin menanam komoditas pertanian sesuai dengan karakteristik kesuburan tanah di setiap daerah. Saat ini, tim juga tengah menyusun hasil dari penelitian tahap pertama dalam tiga Bahasa yaitu, Inggris, Portugis, dan Indonesia,” kata Cesar di kantor MAPPF, Comoro, senin ini.
Pemerintah sendiri Timor-Leste telah mengalokasikan anggaran sebesar $500.000 untuk mendukung pelaksanaan riset dan pengadaan peralatan laboratorium yang dibutuhkan.
“Dana ini khusus dialokasikan untuk kegiatan penelitian dan penyiapan peralatan analisis tanah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti dari Universitas Udayana, Ni Made Trigunasih, menegaskan pentingnya riset ini untuk masa depan pertanian Timor-Leste.
“Penelitian kali ini sama seperti tahun lalu, namun sekarang kami lengkapi dengan tim dari sektor perikanan dan peternakan. Hal ini agar penilaian kesesuaian lahan tidak hanya dilihat dari sisi pertanian, tetapi juga dari aspek pemanfaatan lahan untuk peternakan dan perikanan,” jelas Trigunasih.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti dibagi menjadi dua kelompok yaitu, tim timur dan tim barat. Tim timur akan bekerja di wilayah Lautém, Manatuto, dan Dili, sementara tim barat akan mencakup Aileu, Liquiça, dan Oe-Cusse. Wilayah Oe-Cusse menjadi perhatian khusus karena belum tersedia data jenis tanahnya, sehingga dilakukan pengamatan profil tanah secara langsung di lapangan.
Pengamatan profil tanah mencakup identifikasi karakteristik seperti kejenuhan basa, pH tanah, kandungan karbon organik (C-organik), hingga susunan dan warna tanah. Semua data ini menjadi dasar penting dalam menentukan jenis tanah dan tingkat kesesuaiannya untuk berbagai sektor penggunaan lahan.
“Untuk kesesuaian lahan tanaman pertanian, kami sudah melengkapi instrumen penilaian di lapangan. Kami akan mewawancarai langsung para petani, mengamati jenis tanaman yang dominan, dan mencatat tanaman unggulan serta tanaman andalan yang sudah ditanam secara turun-temurun,” tambahnya.
Penelitian ini juga mencakup analisis potensi perikanan dan peternakan. Tim akan menilai kesesuaian lahan untuk budidaya ternak berdasarkan jenis tanaman pakan yang tumbuh di wilayah tersebut, serta keterkaitannya dengan kondisi tanah. Begitu juga dalam sektor perikanan, analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi tanah terhadap potensi pengembangan usaha perikanan.
Pengambilan data dilakukan secara langsung di lapangan, disertai dengan observasi dan pengambilan sampel. Semua sampel tanah kemudian akan dibawa ke Laboratorium IBB di Indonesia, yang telah memenuhi standar internasional. Laboratorium ini memiliki peralatan yang lengkap dan akurasi tinggi dalam menganalisis berbagai parameter tanah seperti kapasitas tukar kation, pH, CO, dan IG tanah.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh tentang pemanfaatan optimal lahan di Timor Leste, serta menjadi dasar perencanaan pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang berkelanjutan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




