DILI, 29 April 2025 (TATOLI)—Kementerian Koordinator Urusan Perekonomian dan SERVE, IP (Layanan Pendaftaran dan Verifikasi Bisnis) menyelenggarakan seminar guna memperkuat fungsi lembaga negara untuk mensosialisasikan dan menyebarluaskan informasi berdasarkan Standar Global Organisasi Perdagangan Dunia (WTO – World Trade Organization).
“Kita harus persiapkan lembaga-lembaga kita agar siap dan memahami perannya masing-masing, serta mengenali tantangan-tantangan yang mereka butuhkan untuk menyusun rencana-rencana aksi kita hingga tahun 2030,” kata Koordinator Umum Tim Teknis WTO, Jorge Martins kepada wartawan di Pusat Konvensi Dili (CCD), selasa ini.
Oleh karena itu, katanya MCAE mengidentifikasi banyak lembaga yang perlu mengetahui fungsinya karena mereka adalah pilar garis depan untuk membawa program Timor-Leste ke WTO.
“Kita tahu bahwa peran SERVE untuk mendaftarkan dan memverifikasi semua kegiatan bisnis di Timor-Leste, sehingga tantangan untuk menjadi anggota WTO menghadirkan banyak celah terkait dengan menarik investor ke negara kita. Jika, kita menciptakan birokrasi yang penuh kebingungan, orang akan kehilangan motivasi untuk memasuki kegiatan ekonomi di negara kita. Jadi, persetujuan mereka untuk mensosialisasikan dan menyebarluaskan informasi berdasarkan Standar Global OPD adalah melalui seminar ini untuk mengetahui lebih banyak tentang layanan yang tersedia,” kata Jorge Martins.
Di tempat yang sama, Perwakilan Direktur Eksekutif SERVE, Raul Sanches, mengatakan bahwa SERVE bekerja sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan WTO itu sendiri.
“Pelayanan kami adalah melakukan pendaftaran usaha. Jadi perusahaan yang ingin berinvestasi di negara ini harus melalui kami, untuk bisa mendaftar dengan cepat kami siap melayani dengan lebih baik,” katanya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




