iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Perkuat praktik penanganan KBG, Pemerintah dan mitra internasional gelar kolokium

Perkuat praktik penanganan KBG, Pemerintah dan mitra internasional gelar kolokium

Foto bersama disela-sela kolokim yang diadakan di City8 Manleuana, Dili. Foto SEI

DILI, 29 oktober 2024 (TATOLI)— Pemerintah melalui Sekretariat Negara urusan Kesetaraan, bekerjasama dengan mitra internasional menggelar kolokium (seminar) untuk memperkuat praktik-praktik kelembagaan dalam pencegahan dan penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di Timor-Leste.

Berdasarkan portal resmi pemerintah yang diakses Tatoli, menyebutkan seminar tersebut diadakan pada 28 oktober 2024 di City8 Manleuana, Dili yang dihadiri  Sekretaris Negara urusan Kesetaraan (SEI), Elvina Sousa Carvalho.

Seminar tersebut digelar dengan didukung  mitra internasional seperti,  badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa  yaitu, UN Women, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) – dan dukungan keuangan dari Badan Kerjasama Internasional Korea (KOICA). Dimana, kolokium ini mempertemukan para perwakilan dari berbagai badan nasional dan internasional.

Berdasarkan siaran pers itu menjelaskan, tujuan utama acara ini adalah untuk mempromosikan berbagi pengetahuan untuk mendorong kolaborasi dan pertukaran praktik terbaik di antara para mitra, untuk menyoroti dampak berkelanjutan dari intervensi yang efektif, yang dapat menjadi model untuk diadopsi secara lebih luas serta untuk mengembangkan rencana aksi yang mendukung keberlanjutan jangka panjang dan untuk mendorong semua pemangku kepentingan untuk mempertahankan dan memperluas upaya kelembagaan untuk mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender.

Selama sesi tersebut, pencapaian signifikan yang dibuat oleh pemerintah, masyarakat sipil dan mitra pembangunan selama empat tahun terakhir disorot, termasuk penurunan 37 persen pada perempuan dan 23 persen pada laki-laki yang membenarkan kekerasan. Pencapaian lainnya termasuk dimasukkannya pendidikan KBG dan kesehatan seksual ke dalam kurikulum sekolah menengah, pembentukan 34 pusat dukungan berbasis trauma untuk para penyintas dan peningkatan kebijakan dan prosedur operasional untuk memastikan dampak yang berkelanjutan.

Dimana, secara keseluruhan, inisiatif-inisiatif ini telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 61.000 orang dan menjangkau lebih dari 300.000 penduduk di seluruh negeri.

Dalam sambutannya, Sekretaris Negara urusan Kesetaraan, Elvina Sousa Carvalho menekankan komitmen pemerintah untuk mempromosikan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak perempuan.

“Kita semua bekerja sama untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Timor-Leste. Perjuangan ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai kesetaraan gender, tetapi juga untuk membangun generasi masa depan yang bebas dari segala bentuk kekerasan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Sekretariat Negara untuk Kesetaraan tetap berkomitmen untuk memperkuat koordinasi Komisi Antar Kementerian untuk implementasi Rencana Aksi Nasional tentang Kekerasan Berbasis Gender, dengan memperkuat alat pemantauan dan evaluasi untuk mengukur kemajuan, mengidentifikasi kesenjangan, dan meningkatkan intervensi di masa depan.”

Sementara, Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur, juga memuji upaya bersama dan pentingnya pendidikan berbasis kesetaraan, dengan mengatakan bahwa mengintegrasikan kekerasan berbasis gender dan hak-hak kesehatan ke dalam pendidikan anak muda merupakan merupakan langkah menuju masa depan yang bebas dari kekerasan dan berakar pada kesetaraan.

Kolokium tersebut juga dihadiri oleh perwakilan masyarakat sipil, Kejaksaan Agung, KOICA dan lembaga-lembaga lain yang bekerja untuk mencegah kekerasan berbasis gender.

Selama acara berlangsung, berbagai proyek pelatihan dan inisiatif transformasi sosial dipresentasikan, mulai dari pendidikan kesehatan seksual di sekolah-sekolah hingga penguatan akses terhadap layanan kesehatan dan peradilan bagi para korban kekerasan.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!