DILI, 25 oktober 2024 (TATOLI)– Pusat Pelatihan Internasional International Labour Organization (ITC – ILO), di bawah Proyek Keterampilan Agroforestri untuk Pekerjaan dan Ketahanan yang didanai Uni Eropa (UE) telah menyelesaikan lokakarya transformatif selama lima hari tentang manajemen dan peningkatan Lembaga TVET.
Diselenggarakan dari tanggal 21 – 25 Oktober 2024, lokakarya tersebut memberikan pemahaman mendalam kepada peserta dari sektor agroforestri tentang pendekatan manajemen sistematis untuk Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET), dan manajemen internal yang membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pasar tenaga kerja yang terus berkembang serta masa depan pekerjaan dan rencana TVET nasional.
Lokakarya ini menyambut 27 peserta dari lembaga-lembaga TVET utama yang menawarkan kursus agroforestri dan pertanian, termasuk Centro Nacional de Emprego e Formação Profissional (CNEFP) Tibar, Hiam Health, STVJ (Gleno), Centro Dezenvolvimento Comunitaria (CDC) Baucau, Escola Tecnica Agricola (ETA) Don Bosco Fuiluoro, ESTV Aileu, Pro-EMA, Claretiano Treining Center (CTC) Salele – Suai, Fundasaun Many Hands One Nation (MAHON), Cablaqui Community Development Centre (CCDC) Manufahi, AMK-TL, Corluli Centre, dan SEFOPE, INDMO, sebagai pembuat kebijakan.
Dalam siaran pers yang diakes Tatoli disebutkan mereka menjajaki strategi untuk menyelaraskan penawaran TVET dengan permintaan pasar, dan cara untuk merangsang permintaan pada pekerja pertanian yang terampil.
Noemie Razafimandimby, pelatih dari ITC – ILO, menekankan tujuan lokakarya ini untuk memberdayakan para pemangku kepentingan TVET guna meningkatkan proses manajemen kelembagaan mereka.
“Salah satu hasil terkuat adalah mengembangkan proses internal yang didorong oleh permintaan dan memperkuat kemampuan finansial,” ungkap dalam siaran pers tersebut.
Ia juga mengidentifikasi beberapa tantangan penting dalam program pelatihan agroforestri dan pertanian yang terungkap selama sesi, khususnya kebutuhan untuk investasi ulang dalam sumber daya manusia dan akses ke peralatan modern.
Sementara, Vicente M. Belo, Direktur CDC-Baucau mengakui pelatihan tersebut telah memberinya ide yang lebih baik tentang cara mengembangkan keterampilan kaum muda untuk pasar tenaga kerja.
“Kami juga mempelajari praktik manajemen yang efektif dan cara mempersiapkan sumber daya manusia di pusat-pusat kami. Komponen manajemen keuangan, khususnya belajar tentang penggalangan dana melalui proyek-proyek seperti pengolahan sabut kelapa, sangat berharga dalam membantu kami mengurangi ketergantungan pada donor.” Tuturnya.
Hal senada diungkapkan, Dwi Novi Lestari, Manajer Program di Mahon Training Center, mengungkapkan inspirasi barunya dengan menyatakan kini memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana lembaga TVET harus beroperasi, bagaimana mencocokkan pelatihan dengan permintaan pasar, dan bagaimana membina keberagaman lapangan kerja.
“Manajemen TVET itu rumit, tetapi lokakarya ini membantu kami memahami misi dan proses inti kami,” katanya.
Proyek Keterampilan Agroforestri untuk Pekerjaan dan Ketahanan, yang dikelola oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), berfokus pada peningkatan keterampilan agroforestri di lembaga TVET di seluruh Timor-Leste. Proyek ini mempromosikan peluang pengembangan bisnis untuk meningkatkan pendapatan dan laba, dengan penekanan khusus pada rantai nilai kelapa, vanili, dan kakao.
Lokakarya ini menandai langkah penting menuju penguatan lembaga TVET negara tersebut dan memastikan bahwa mereka diperlengkapi untuk memenuhi tuntutan ekonomi Timor-Leste yang berkembang dan beragam.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




