AINARO, 18 oktober 2024 (TATOLI)— Aroma Timor menghadirkan teh herbal alami dengan lima varian rasa berbeda untuk menyaingi produk luar negeri dan telah mengimpor teh tersebut ke Jepang.
Hal ini disampaikan oleh Angelina da Silva do Santos selaku Ketua Kelompok Feto Hanoin ba Oin pada saat menghadiri Pameran Produk Lokal dalam Festival Rabilau 2024 pada 16 – 18 oktober 2024 di pos adminitratif Maubisse, kotamadya Ainaro.
“Produk kami Aroma Herbal menghadirkan lima varian rasa, diproduksi di Maubisse dan sudah pernah impor ke Jepang. Lini kami lakukan karena kita tahu di Timor-Leste belum ada yang memproduksi teh herbal apalagi yang memiliki packaging (pembungkus) seperti ini,” kata Angelina di Rabilau, jumat ini.
Kelima teh herbal ini terdiri lima varian rasa berbeda ini tidak hanya diproduksi di Maubisse oleh Hanoin ba Oin (Ainaro) tapi juga lima kelompok perempuan lain seperti FENA, REWA (Baucau), APAM (Bobonaro), Feto Gronto (Covalima).
Teh herbal tersebut memiliki khasiat sendiri seperti daun mint (gotu kola), baik untuk mengingat dan menenangkan, daun alpukat ynag direbus secara tradisional digunakan untuk mengatasi anemia dan sakit perut.
Adapun serai memiliki efek antimikroba dan antijamur yang kuat serta bagus untuk detoksifikasi, juga kulit daun jahe memiliki aroma yang menenangkan dan apat menghangatkan tubuh dan membantu menyehatkan kulit.
Terakhir bunga rosela yang diyakini bahwa sasa asam rosela efektif untuk mengatasi kelelahan dan metabolisme, dengan aroma yang manis.
“Jadi di pameran ini kami pasarkan produk kami juga dan selama dua hari sudah terkumpuk lebih dari $100. Kami harap banyak orang bisa melihat ini sebagai teh alami dari Timor-Leste. Karena, kita juga meminum teh impor lainnya,” ucapnya.
Proses impor sendiri tidak dilakukan secara berkala tetapi hanya sesuai permintaan dari Jepang melalui dukungan dari PARCIC melalui PTC (People Trade Company). Produk tersebut saat ini sudah bisa diakses melalui supermarket-supermarket terdekat seperti Centro, Lita Store, Leader, Timor Plaza, Hotel Timor, Bandara Internasional dan lainnya.
Aroma Timor adalah merek produk makanan alami dan sehat yang dibuat sendiri oleh para wanita yang tinggal di daerah pedesaan Maubisse untuk menyajikan berbagai produk berkualitas tinggi yang terbuat dari sumber daya lokal dengan cara yang ramah lingkungan.
Selain teh herbal, Aroma Timor juga memiliki produk lain seperti minyak kelapa murni, madu, selai stroberi, selai kacang, teh herbal, bumbu kemangi, keripik pisang, kue buatan sendiri dan kue tepung jagung.
Para kelompok perempuan yang menjadi produsen untuk Aroma Timor terdiri dari Hanoin Ba Oin (2008 – Ainaro), FENA (2009 – Baucau), FIB (2010 – Baucau), REWA (2008 – Baucau), TRM-OCA (2002 – Baucau), APAM (2011 – Bobonaro), Haburas Tali Laran (2011 – Bobonaro), Moris Foun (2011 – Bobonaro), Feto Gronto (2014 – Covalima), Feto Oan Kiak (2014 – Covalima), Remajeleju (2012 – Covalima), Masin Atabae (2014 – Bobonaro), dan Bermuttuh (2005 – Liquiça).
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




