DILI, 10 oktober 2024 (TATOLI)— Administrasi Navigasi Udara Timor-Leste (ANATL – portugis) bekerjama dengan Dana Pengembangan Sumberdaya Manusia (FDCH – portugis) hari ini melakukan acara pelepasan pada 35 siswa yang meraih beasiswa penerbangan dari pemerintah.
Acara pelepasan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi (MTK), Miguel Marques Manetelu bersama, Ketua Dewan Administrasi ANATL, Romualdo da Silva, Direktur Eksekutif FDCH, Júlio Aparício serta para keluarga dari peserta beasiswa di ruang VIP Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato Comoro, kamis ini.
Direktur Eksekutif FDCH, Júlio Aparício meminta para penerima beasiswa untuk giat dalam belajar sampai waktu yang ditentukan karena pemerintah melalui FDCH dan ANATL telah menyediakan uang saku sebesar $450 setiap bulan bagi para siswa penerima beasiswa.
Berita terkait : ANATL dan FDCH kembali tawarkan beasiswa penerbangan bagi 29 orang
“Kalian tidak perlu memikirkan hal lain lagi, fokus pada belajar karena kita sediakan uang saku setiap bulan. Jika nanti ada yang tidak mematuhi aturan dan harus berhenti studi, maka para orangtua harus membayar kembali anggaran yang sudah dikeluarkan pemerintah, karena ini adalah uang rakyat,” kata Júlio Aparício dalam acara pelepasan tersebut.
Júlio Aparício menegaskan aturan ini diberlakukan karena banyak orang yang ingin mengambil bagian dalam beasiswa penerbangan tapi tidak lolos karena proses seleksi dilakukan secara ketat, transparan dan adil langsung dari para akademis dari tiga politeknis penerbangan di Indonesia.
Sementara, Ketua Dewan Administrasi ANATL, Romualdo da Silva mengatakan 35 lulusan terbaik ini akan melanjutkan studi di tiga institusi pendidikan di Indonesia yaitu, di Politeknik Penerbangan Surabaya, Politeknik Penerbangan Palembang (Poltekbang) dan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.
“Hari ini kita melakukan pelepasan bagi para penerima beasiswa dan 12 orang akan berangkat duluan ke Surabaya dan nanti tanggal 15 oktober yang tersisa akan berangkat ke Curug dan Palembang, mereka akan belajar disana sampai tingkat Diploma Tiga (D3),” ucapnya.
Romualdo da Silva juga menginformasikan, para penerima beasiswa ini diperkirakan akan menyelesaikan studinya pada 2027 dan setelah itu pada 2028 akan langsung bekerja di ANATL sebagai sumber daya manusia milik negara.
Dilain pihak, Menteri Transportasi dan Komunikas, Miguel Marques Manetelu juga berharap para anak muda yang akan melanjutkan studi di Indonesia ini bisa memberikan contoh yang baik sebagai orang Timor-Leste dan saling membantu layaknya saudara karena dari negara yang sama.
Berita terkait : ANTL dan FDCH tawarkan beasiswa penerbangan bagi kaum muda Timor-Leste
“Sebagai orang Timor-Leste kalian yang harus menjaga nama baik negara. Karena, kita harus menjaga harga diri negara, dan kalian harus fokus ke pendidikan kalian,” katanya.
Miguel Marques Manetelu mengakui Timor-Leste masih dalam kategori negara miskin tetapi tentunya para penerima beasiswa bisa menunjukkan sifat yang pantas di negara tetangga karena masa depan negara ada di tangan para kaum muda.
Dijelaskan, beassiwa penerbangan dari ANATL dan FDCH sudah dibuka sejak 2019 dengan kuota enam (6) orang, 2022 dengan kuota enam (6) orang dan 2023 dengan kuota sepuluh (10) orang. Semuanya dengan tingkat studi Diploma Tiga (D3) di berbagai bidang seperti Electrical Techniques, Airport Civil Engineering, Air Navigation, Airport Firefighting dan lainnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




