iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

UNWIRA Kupang dan kaum Timor-Leste kolaborasikan pentas seni KREASA

UNWIRA Kupang dan kaum Timor-Leste kolaborasikan pentas seni KREASA

Mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang – Indonesia mempresentasikan sebuah pentas seni KREASA (Kreatifitas Tanpa Batas) yang berkolaborasi dengan 140 kaum muda Timor-Leste di PBI, Dili. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 31 mei 2024 (TATOLI)— Mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang – Indonesia hari ini mempresentasikan sebuah pentas seni KREASA (Kreatifitas Tanpa Batas) yang berkolaborasi dengan 140 kaum muda Timor-Leste.

Pentas seni KREASA yang digelar melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Mandiri Internasional dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesi di Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, bersama Sekretaris Negara urusan Seni dan Budaya, Jorge Soares Cristovão dan Dosen Prodi Musik UNWIRA Kupang, Romi Langgu di Pusat Budaya Indonesia (PBI).

Duta Besar RI di Timor-Leste, Okto Dorinus Manik percaya bahwa program MBKM Mandiri Internasional ini adalah bagian dari penguatan hubungan antara kedua negara khususnya dalam bidang seni dan budaya.

“Saya bersyukur UNWIRA ini bisa hadir untuk memberikan pelatihan bagi anak-anak didik di Timor-Leste. Saya percaya seni dan budaya tidak hanya hobi tapi bisa berkembang jadi suatu profesi untuk kedepan, ini jadi kekuatan besar dan professi yang dihargai dan dinikmati oleh semua orang,” ungkap Dubes Okto di PBI, jumat ini.

Sementara, Sekretaris Negara Seni dan Budaya, Jorge Soares Cristovão mengatakan bahwa kolaborasi ini sangat baik karena mengkombinasikan budaya kedua negara sehingga memberikan pengenalan baru bakgi kaum muda Timor-Leste.

“Kita sudah bicara bagaimana agar kedepannya bisa ditingkatkan kolaborasi ini agar partisipasi kaum muda bisa lebih banyak dan kita bisa  mengimplementasikannya tidak hanya di Dili tetapi di kotamadya lain. Kita menghargai upaya dari Pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Mahasiswa UNWIRA Kupang, Andreas Toasu mengakui bahwa dengan 25 mahasiwas UNWIRA terdiri dari 10 laki-laki dan 15 perempuan tentu melaksanakan kegiatan kemahasiswaan di negara lain itu tidak mudah dan banyak tantangan dan rintangan yang dialami.

“Tetapi atas rahmat Tuhan kami dapat melaksanakannya sampai dengan titik ini. Selama kurang lebih satu bulan ini kami merasa bahwa kami bukan hanya menjadi tamu di sini tetapi sudah menjadi keluarga. Kami berharap pada waktu yang akan datang semoga kerjasama ini kegiatan seperti ini boleh di lanjutkan,” katanya.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Ikhfan Haris menjelaskan program MBKM di PBI ini merupakan program MBKM pertama yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi Indonesia di Timor-Leste dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ialah pembelajaran tari kreasi daerah NTT dan Timor- Leste, pembelajaran bahasa indonesia, dan pembelajaran drama (monolog).

Adapun pembelajaran paduan suara dengan menggunakan lagu-lagu daerah NTT dan Timor-Leste, pembelajaran ansambel campuran, pembelajaran teknik vokal, pembelajaran band, dan pembelajaran seni rupa. Adapaun kegiatan lain yang dilaksanakan dalam program MBKM ini.

“Adik-adik dari 25 mahasiswa UNWIRA mereka melatih 140 anak Timor-Leste dalam berbagai seni, dan apa yang dilakukan selama satu bulan ini akan dipresenatsikan di pentas seni ini. Rencananya pada  tahun depan kami akan mengundang lebih banyak,” jelas Ikhfan.

Pentas Seni KREASA menampilkan 17 rupa seni berbeda mulai dari Tari babadok/likuira, vokal solo, vokal duet, monolog, paduan suara, ansambel campuran, tarian kreasi tradisional, drama dan vokal group. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!