iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, HEADLINE

Timor Marina Square peroleh izin lingkungan dari ANLA

Timor Marina Square peroleh izin lingkungan dari ANLA

Foto bersama usai ANLA menyerahkan sertifikat izin lingkungan ke Timor Marine Square dan ke sepuluh proyek publik dengan kategori B dari Kementerian Pekerjaan Publik (MOP). Foto Tatoli/Egas Cristóvão

DILI, 01 maret 2024 (TATOLI)— Timor Marine Square telah memperoleh izin lingkungan untuk pertama kalinya dari Otoritas Nasional Perizinan Lingkungan (ANLA) untuk memulai konstruksi proyek pariwisata di Lecidere, Dili.

Proyek yang dipegang oleh perusahaan asal Singapura ini telah diluncurkan melalui peletakan batu pertama pada 17 mei 2022 dan langsung mengajukan izin lingkungan tetapi baru bisa disetujui pada 2024.

Proyek Timor Marina Square yang dipimpin perusahaan asal Singapura telah menerima sertifikat Declaration of Benefit pada 23 november 2021. Perusahaan akan membangun dua gedung pencakar langit mewah di Kawasan Lecidere-Dili senilai $50 juta.

Berita terkait : Pemerintah dan Perusahaan asal Singapura luncurkan proyek Timor Marine Square

Ketua ANLA, I.P., António Lelo Taci menjelaskan pihak teknis ANLA telah melakukan pemantauan dan memperoleh analisis bahwa proyek tersebut termasuk dalam kategori A, sehingga membutuhkan persetujuan langsung dari Kementerian Pariwisata dan Lingkungan (MTA).

“Hari ini kita menyerahkan seritifkat izin lingkungan bagi Timor Marine Sqaure, ini baru diberikan karena sesuai undang-undang kategori A dan B harus mendapatkan persetujuan dari kementerian terkait dan dalam hal ini Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuady Lay  sudah memberikan persetujuannya,” jelas Ketua ANLA di Gedung Acait, jumat.

Konsultan Lingkungan di Timor Marina Square, João Soares Freitas menegaskan saat ini perusahaan akan memulai proyeknya sesuai dengan persetujuan dalam seritifikat tersebut agar menjamin implementasi proyek tidak berdampak pada sekitar.

“Kami sangat bersyukur karena dengan ini Perusahaan bisa mendapatkan izin lingkungan untuk memulai investasinya, dan kami berkomitmen untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan yang sudah diberikan dari ANLA. Jika ada kesalahan maka ANLA bisa memberikan notifikasi,” ucapnya.

Ia menegaskan saat ini perusahaan tidak mendapatkan kendala lagi dalam penyediaan bahan kontruksi karena sudah dilakukan pengujian di luar negeri dan berharap bisa selesaikkan dalam kurung waktu lebih dari dua tahun.

Di hari yang sama, ANLA juga mendistribusikan sertifikat izin lingkungan untuk sepuluh (10) proyek publik dengan kategori B dari Kementerian Pekerjaan Publik (MOP) yang difokuskan pada lima jembatan, dan rehabilitasi jalan bagi sebagian perumahan di daerah Dili.

Berita terkait : 12 perusahaan internasional nyatakan minat dalam proyek Timor Marine Square

Kepala Departemen Perencanaan MOP, Lourenço Luis mengungkapkan dengan adanya izin lingkungan ini MOP bisa mengajukan proyek ke Dewan Administrasi Dana Infrastruktur (CAFI) untuk diberikan izin membuka tender publik melalui CNA (Komisi Nasional Pengadaan).

“Kita ada lima proyek jembatan di Suai (Covalima), Aileu, Maubara (Liquiça), Same (Manufahi) dan Dili, untuk jalan publik di daerah Delta 1, Delta 2, Delta 4, Comoro ke Manleuana, Surikmas, Taibessi dan Cristo Rei,” ucapnya.

Sesuai data sejak januari 2024 ANLA telah mendistribusikan sertifikat izin lingkungan bagi 61 proyek dengan kategori A satu proyek, kategori B dengan 11 proyek dan kategori C dengan 49 proyek. 

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!