iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste, Presiden Horta konfirmasikan tahun ini

Kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste, Presiden Horta konfirmasikan tahun ini

Presiden Republik, José Ramos Horta bertemu Paus Fransiskus di Vatikan pada senin (22/01/2024). Foto Media Kepresidenan

DILI, 23 januari 2024 (TATOLI)— Paus Fransiskus dikabarkan akan berkunjung ke Timor-Leste pada tahun ini. Kabar tersebut dikonfirmasikan Presiden Republik, José Ramos Horta usai bertemu langsung dengan Bapa Suci Paus Fransiskus di Vatikan, Roma.

Kepala Negara Timor-Leste itu mengumumkan kabar tersebut usai didampingi  Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, Bendito dos Santos Freitas, dan delegasi bertemu langsung Paus Fransiskus di Vatikan pada senin (22/01/2024).

Presiden  Horta mengatakan pertemuan ini merupakan  pertama kali  dirinya bertemu Paus Fransiskus di Vatikan sebagai Kepala Negara. Selama pertemuan, Paus  Fransiskus merasa sangat senang menerima kunjungan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste.

Berita terkait : Perwakilan Vatikan sampaikan rencana kunjungan Paus Fransiskus ke TL

Pada tahun 2022, Presiden  Horta diundang untuk menghadiri konsistori Dom Virgílio do Carmo da Silva menjadi Kardinal, tetapi Kepala Negara Timor-Leste itu tidak hadir dan  mendelegasikan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, sebagai utusan Khusus Presiden Republik untuk menghadiri  upacara tersebut.

Terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste, Kepala Negara mengonfirmasi bahwa pihaknya belum bisa mengumumkan kepada publik tentang tanggal kunjungan. Karena pada, januari ini delegasi dari Vatikan akan bertemu dengan Pemerintah Timor-Leste dan Gereja Katolik untuk membicarakan persiapan kunjungan tersebut, sebelum diumumkan kepada masyarakat.

“Program dan tanggal pasti nantinya dari Tahta Suci bersama Timor-Leste dan Gereja Katolik Timor-Leste yang akan mengumumkan secara resmi. Ini tergantung pada delegasi dari Vatikan yang akan ke Dili pada 26 januari 2024 ini, untuk melihat kondisi logistik dan infrastruktur saat kunjungan Paus Fransiskus akan dilaksanakan. Tetapi Saya belum bisa memberikan tanggal pasti,” ungkap Presiden Horta dalam siaran pers yang diakses Tatoli.

Presiden Horta mengungkapkan, Paus Fransiskus merasa senang dengan kunjungan ini, dan juga senang dengan apa yang Presiden Republik dan Pemerintah telah lakukan untuk situasi di Timor-Leste karena hubungan antara gereja dan negara sangat baik, konstruktif, independen, dan saling menghormati, serta tidak saling mengganggu, namun keduanya bekerja untuk melayani rakyat dan umat Katolik.

Berita terkait : Mgr.Virgílio Kardinal : Paus Fransiskus akan kunjungi Timor-Leste

Selain itu, selama pertemuan, Kepala Negara dan Paus Fransiskus juga membahas situasi konflik di Myanmar, Gaza, Ukraina, dan lainnya yang memerlukan intervensi melalui negosiasi untuk mencari solusi agar rakyat bisa hidup damai.

Pada akhir pertemuan, Presiden Republik, José Ramos-Horta, Menteri Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito Freitas beserta delegasi terus mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Santa-se Vatikan, Kardinal Pietro Parolin dan Menteri Urusan Luar Negeri Vatikan untuk membahas agenda kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste dan juga situasi Timor dan situasi di Asia pada umumnya.

Timor-Leste sebagai salah satu negara kecil dengan mayoritas Katolik adalah contoh dalam mempromosikan toleransi antar agama dan kebebasan beragama di negara-negara lain, di wilayah ASEAN, serta memperkuat prinsip-prinsip solidaritas untuk menegakkan konsep persaudaraan dalam kemanusiaan, yang digalang oleh Paus Fransiskus bersama dengan Imam Besar Sheikh Ahmad Al Tayeb, dan dipromosikan ke seluruh dunia.

Menurut sebuah pernyataan dari Kantor Pers Takhta Suci, pertemuan dengan Sekretariat Negara` menekankan hubungan baik yang sudah terjalin antara Takhta Suci dan Timor-Leste, bersama dengan kontribusi yang diberikan Gereja Katolik setiap hari kepada negara itu.

Diskusi yang ramah itu kemudian beralih ke pertimbangan berbagai aspek situasi ekonomi dan sosial negara dan masalah yang disebabkan oleh perubahan iklim di kawasan itu.

Pertemuan itu diakhiri dengan pertukaran pendapat tentang situasi internasional dan regional, dengan mengacu pada negara-negara Asia Tenggara.

Berita terkait : Monsinyur Marco Sprizzi : Vatikan belum tentukan waktu pasti kunjungan Paus ke TL

Dalam pertemuan dengan Paus Fransiskus yang berlangsung sekitar 45 menit, Bapa Suci menghadiahkan kepada Presiden Ramos-Horta sebuah patung perunggu yang melambangkan persaudaraan, bersama dengan beberapa jilid dokumen Kepausan dan Pesan Perdamaian tahun ini.

Presiden Horta juga memberikan cendramata kepada Paus sebuah kain khas Tais dengan gambar Paus Fransiskus yang dilukis oleh pengrajin lokal, sebuah rosario yang terbuat dari batu cendana dan kopi Timor-Leste yang dihasilkan dari biji kopi yang dikonsumsi oleh hewan berkantung.

Presiden Horta  juga memberikan kepada Paus Fransiskus salinan Dokumen Persaudaraan yang ditandatangani oleh Parlemen Nasional Timor-Leste.

Sementara, Timor-Leste sendiri memiliki jumlah umat Katolik terbanyak di Asia-97% dari 1,3 juta penduduknya beragama Katolik. 

Timor-Timur (Timor-Leste) sewaktu masih menjadi provinsi ke-27 Republik Indonesia, telah dikunjungi Bapa Suci Paus Paulus Yohanes II (Almarhum). Kunjungan resmi Bapa Suci Paus Paulus Yohanes II dilakukan pada 12 oktober 1989.

Reporter   : Cidalia Fátima

Editor       :  Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!