iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

Peringati Hari Tais Nasional, Anggota PN minta pemerintah promosikan Tais ke dunia

Peringati Hari Tais Nasional, Anggota PN minta pemerintah promosikan Tais ke dunia

Tais Timor-Leste. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 14 desember 2022 (TATOLI)— Anggota Parlemen Nasional meminta pemerintah Konstitusional ke-IX untuk mempromosikan kain Tais ke dunia internasional.

Permintaan para anggota Parlemen itu disampaikan berkaitan dengan Peringatan Hari Tais Nasional yang jatuh pada 14 desember.

Anggota PN dari Fraksi CNRT (Congresso Nacional de Reconstrução de Timor-Leste), Cedélizia dos Santos memberikan  apresiasinya kepada para perempuan penenun kain Tais di Timor-Leste, sehubungan dengan Hari Tais Nasional, dan meminta Pemerintah untuk terus mempromosikan Tais ke seluruh dunia.

Ia  mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan Tais agar mempromosikan warisan takbenda dan identitas budaya serta meningkatkan pendapatan perempuan penenun Tais.

“Kami tidak setuju dengan penggunaan fotokopi Tais (pencetakan Tais). Bila menggunakan fotokopi Tais tidak akan mempromosikan kebijaksanaan atau pengetahuan perempuan Soru Tais (penenun Tais) di negara ini.  Karena itu, kami meminta Pemerintah untuk menertibkan atau mengontrol fotokopi tais  di setiap pasar,” tuturnya.

Berita terkait : Jelang Hari Nasional Tais, SEAK gelar kompetisi Tenun Tais   

Cedelizia menambahkan bahwa sebagai seorang anggota Parlemen  akan mengajukan proposal ke Parlemen Nasional mengenai penggunaan pakaian Tais untuk semua anggota PN, khususnya saat menggelar  sidang pleno pada setiap hari senin.

“Saya kira Hari Nasional Tais  sangat penting bagi negara kita, karena dunia internasional telah mengakui Tais Timor-Leste sebagai nilai warisan budaya takbenda. Karena itu, kami mengimbau kepada Pemerintah untuk terus mempromosikan Tais ke negara tetangga seperti, Indonesia khususnya di kota Kupang dan Atambua,”  ujarnya.

Sementara, Angggota Parlemen dari Fraksi FRETILIN,  Nurima Alkatiri merekomendasikan agar Pemerintah berinvestasi dalam produksi dan promosi Tais, tidak hanya sekedar mewajibkan seluruh pegawai menggunakan Tais di tempat kerja.

“Kami meminta pemerintah menyoroti pentingnya mempromosikan Tais di dunia internasional agar dunia lebih memahami dan menghargai identitas kita. Saya tidak setuju dengan penjiplakan atau fotokopi Tais, karena tidak akan memberikan kepuasan kepada perempuan Soru Tais kita”, ujarnya.

Dilain pihak,  anggota Parlemen dari Fraksi FRETILIN, Anabela Sávio mengungkapkan bahwa Hari Tais Nasional ibarat identitas budaya Timor-Leste.

“Saya menghimbau kepada teman-teman perempuan di seluruh wilayah nasional untuk terus mempromosikan Tais kita ke dunia internasional dan meminta kepada Pemerintah agar lebih memperhatikan para perempuan Soru Tais,” mintanya.

Berita terkait : Pemerintah Timor-Leste putuskan 14 desember sebagai Hari Tais Nasional

Ia juga  menegaskan bahwa sebagai perwakilan masyarakat di Parlemen akan mengajukan usulan kepada Ketua Parlemen Nasional mengenai penggunaan kain Tais untuk dijadwalkan dan dibahas di Parlemen Nasional.

Sementara, Sekretaris Negara Urusan Seni dan Budaya (SEAK) Jorge Soares Cristovão mengatakan,  hari ini adalah peringatan Hari Tais Nasional di Timor-Leste dna Tais telah yang mendapat pengakuan dari UNESCO.

“Tais kita adalah warisan dunia. Karena itu, Pemerintah berniat untuk terus melanjutkan pelestarian Tais di masa depan. Hari ini, kami mengadakan pawai Tais dari Istana Kepresidenan menuju Centro Convencao de Díli, Pusat Konvensi Dili,” katanya.

Ia mengatakan,  dalam beberapa hari terakhir ia telah melakukan berbagai kegiatan dan membagikan informasi  terkait dengan perlindungan dan apresiasi kain tradisional Timor Tais.

“Saat ini Pemerintah masih menjalin kerja sama dengan kelompok perempuan Soru Tais serta mitra nasional dan internasional yang telah mendukung promosi Tais baik secara nasional maupun internasional”, ujarnya.

Sebelumnya, pada maret 2022, Pemerintah melalui rapat Dewan Menteri telah menyetujui rancangan resolusi pemerintah tentang penetapan tanggal 14 desember sebagai Hari Tais Nasional yang akan diselenggarakan  setiap tahun.

Sementara itu, sebelumnya juga pada 15 desember 2021,  Komite Budaya Takbenda telah memasukkan testil “Tais” Timor-Leste (TL) dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO ( Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang membutuhkan perlindungan mendesak.

Berita terkait : Tais Timor resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yang perlu dilindungi  

Keputusan ini ditetapkan melalui konferensi sesi keenam belas Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang diadakan secara online tepatnya pada pukul tiga sore waktu Paris, Perancis dan pukul sebelas malam waktu Timor-Leste.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!