iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

OACPS dan Uni Eropa tandatangani Kesepakatan Perjanjian Samoa

OACPS dan Uni Eropa tandatangani Kesepakatan Perjanjian Samoa

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste (MNEK), Bendito dos Santos Freitas, berpartisipasi dalam pertemuan ke-46 antara OACPS dan Uni Eropa. Foto Media MNEK

DILI, 16 november 2023 (TATOLI)–Negara anggota OACPS (Organisasi Negara-negara Afrika, Karibia dan Pasifik) dan Uni Eropa (UE), menandatangani perjanjian kemitraan yang dinamakan Kesepakatan Perjanjian Samoa untuk periode 20 tahun menggantikan Kesepakatan Perjanjian Cotonou yang tidak digunakan lagi.

Melalui siaran pers yang diakses Tatoli, kamis ini menyebutkan, pertemuan OACPS melakukan pertemuan yang berlangsung selama dua hari, dimulai pada 14-15 november yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste (MNEK), Bendito dos Santos Freitas, sebagai Wakil Ketua Sesi Khusus pertemuan ke-46 antara OACPS dan Uni Eropa.

Dalam pertemuan itu, menghasilkan kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan dari 79 negara anggota OACPS dan 29 negara anggota Uni Eropa.

Pada pertemuan kedua, antara anggota OACPS dan UE, mereka  membahas mekanisme kemitraan antara OACPS dan Uni Eropa, sebelum menandatangani kesepakatan Perjanjian Samoa.

“Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah bagaimana UE bisa memberikan dukungan keuangan bagi negara anggota OACPS untuk melaksanakan program prioritas global,” tulis siaran pers yang diakses  Tatoli itu.

Disebutkan, program prioritas global yang akan dilihat diantaranya,  masalah perubahan iklim, keberlanjutan dan kemakmuran inklusif, transisi penghijauan, tata kelola laut, tata kelola digital dan kemitraan, konektivitas, pertahanan dan keamanan, serta keamanan manusia terutama untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan bencana alam, kesehatan, pendidikan, isu gender dan lainnya.

Pertemuan selama dua hari tersebut dibuka oleh Perdana Menteri Negara Independen Samoa, Fimeā Naomi Mata’afa, sebagai tuan rumah pertemuan tersebut.

Pada hari pertama pertemuan Dewan Menteri Khusus dengan anggota OACPS yang dipimpin oleh Menteri Bendito Freitas sebagai Ketua Sidang, membahas kesepakatan kemitraan antara OACPS dengan Uni Eropa yang bernama Kesepakatan Perjanjian Samoa.

Di dalam Forum tersebut, anggota OACPS juga menekankan isu-isu global terutama seputar masalah perubahan iklim yang menjadi perhatian seluruh dunia, termasuk menjadi agenda utama dalam pertemuan COP28 yang akan diselenggarakan di Dubai dalam waktu dekat.

Sementara itu, OACPS adalah organisasi multilateral yang terdiri dari 79 negara di Afrika, Karibia, dan Pasifik dan mempertahankan hubungan kerjasama dengan Uni Eropa. Organisasi ini didirikan pada tahun 1975 dengan tujuan untuk mempromosikan pengembangan ekonomi, integrasi regional, dan kerjasama politik antara negara anggota dan Uni Eropa.

Kerangka perjanjian untuk kemitraan ini adalah Perjanjian Cotonou, yang akan segera dilanjutkan ke Perjanjian Samoa yang menandai era baru kerjasama regional dan visi bersama. Timor-Leste telah menjadi anggota Perjanjian Cotonou sejak 2007.

Perjanjian Samoa bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara Uni Eropa dan negara anggota OACPS, yang berfokus pada prioritas seperti hak asasi manusia, demokrasi, perdamaian, pembangunan manusia, pertumbuhan menyeluruh yang berkelanjutan, keberlanjutan lingkungan, migrasi, dan mobilitas.

Perjanjian itu mencakup satu kerangka dasar dan tiga protokol regional untuk memenuhi kebutuhan spesifik di wilayah Afrika, Karibia, dan Pasifik.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!