iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

Cegah stunting, Horta minta pemerintah fokus turunkan angka stunting

Cegah stunting, Horta minta pemerintah fokus turunkan angka stunting

Presiden Republik, Jose Ramos Horta, dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Pedesaan, Mariano Assanami Sabino Lopes didampingi mitra meluncurkan program ‘Perluasan Satuan Tugas Urusan Sosial dan Tinjauan Sumber Daya Manusia’ di City 8, Dili, selasa (14/11). Foto Tatoli /Egas Cristóvão

DILI, 15 november 2023 (TATOLI)—Presiden Republik, Jose Ramos Horta, meminta pemerintah ke-IX untuk fokus menurunkan angka stunting dan berinvestasi pada nutrisi untuk anak dan ibu hamil.

Hal tersebut dikatakan Presiden Horta dalam peluncuran program ‘Perluasan Satuan Tugas Urusan Sosial dan Tinjauan Sumber Daya Manusia’ yang diadakan di City 8, Dili, selasa ini. Program tersebut merupakan inisiatif pemerintah Timor-Leste dan Bank Dunia.

“Pendidikan, nutrisi, makanan sehat dan lainnya, dimulai dari anak-anak, ibu hamil, dan menyusui. Karena itu, merupakan strategi politik yang diharuskan untuk diinvestasi, sehingga anak-anak dan orang dewasa bisa mendapatkan nutrisi yang baik,” kata  Presiden Horta.

Berita terkait : Pemerintah akan percepat penurunan angka stunting hingga 25% sebelum 2030

Horta juga mengatakan,  pemerintah konstitusi ke-IX telah memiliki niat untuk mencegah stunting dengan program yang diluncurkan dan itu merupakan politik yang sangat baik di tingkat dunia. Karena, dapat mencegah stunting dan malnutrisi kronis pada bayi yang baru lahir hingga berusia dua hingga tiga tahun,” kata Horta.

Kepala Negara juga menambahkan, jika Pemerintah tidak menanggani masalah tersebut maka anak-anak menjadi dewasa bisa mengakibatkan para penyandang disabilitas pada pengetahuan maka harus memprioritaskan pada ibu hamil dan juga semua ibu melalui program nutrisi, kesehatan dan lainnya.

Sementara,  Direktur Regional Bank Dunia untuk Pembangunan Manusia di Asia Timur dan Pasifik, Alberto Rodriguez menekankan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kunci pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Timor-Leste.

“Dengan berinvestasi di bidang kesehatan, gizi dan pendidikan generasi mendatang, maka Timor-Leste dapat membuka masa depan dengan peluang lebih besar dan kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Berita terkait : Prevalensi stunting Timor-Leste tertinggi di dunia sebesar 47%

Sementara, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Pedesaan, Mariano Assanami Sabino Lopes mengatakan, program tersebut  akan fokus pada pengembangan anak usia dini, pemberdayaan generasi muda, gizi, dan ketahanan pangan, dan akan dikoordinasikan antar kementerian.

“Dengan pemantauan dan evaluasi secara berkala, program itu  akan memberikan panduan dan akuntabilitas untuk memastikan memiliki dampak jangka panjang dan transformatif. Pemerintah teguh dalam komitmennya untuk mewujudkan rekomendasi tersebut,” ujarnya.

Sementara, itu pada agustus 2023 lalu,  sebuah laporan dari Unit Misi Cegah Stunting (UNMICS), mengungkapkan prevalensi stunting Timor-Leste tertinggi di dunia sebesar 47%. Itu terjadi karena, pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi yang tidak optimal.

Sedangkan, menurut data laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang di dipublikasikan  UNMICS bahwa, sekitar 500 juta ibu di dunia tidak mendapatkan perlindungan bersalin yang penting, hanya 20% negara yang memberikan cuti melahirkan pada ibu dan setengah dari bayi.

Dilain pihak, sebelumnya Pemerintah berjanji akan mempercepat penurunan angka stunting dari 47% hingga dengan 25% sebelum tahun 2030 di Timor-Leste.

Berita terkait : Bank Dunia akan dukung Timor-Leste lawan gizi buruk dan stunting pada anak     

Pemerintah berjanji menurunkan angka stunting, karena melihat laporan dari Unit Misi Cegah Stunting (UNMICS), yang mengungkapkan prevalensi stunting Timor-Leste tertinggi di dunia sebesar 47%.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!