iklan

EKONOMI

Perbaiki kualitas tanah, MAPPF kembangkan teknologi biochar “Hare Latun”  

Perbaiki kualitas tanah, MAPPF kembangkan teknologi biochar “Hare Latun”  

Menteri Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan, Marcos da Cruz. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 24 oktober 2023 (TATOLI)– Direktorat Riset dan Statistik Nasional di Kementerian Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (MAPPF) telah mengembangkan teknologi biochar dari “Hare Latun” untuk memperbaiki kualitas tanah.

Menteri MAPPF, Marcos da Cruz mengatakan MAPPF bersama mitra pengembangan Ai-Com, UNTL, dan World Vision melakukan sejumlah penelitian terkait cara meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan sekaligus menjaga keberlanjutan lahan, dengan konservasi pertanian dan pemanfaatan bahan organik seperti biochar “Hare Latun”.

“Teknologi biochar “Hare Latun” merupakan salah satu alternatif unik untuk meningkatkan kualitas pertanian dengan menambah retensi air dan nutrisi di dalam tanah, sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman,” jelas Menteri Marcos di Aula Catedral Dili, selasa ini.

Selain itu, biochar juga dapat mencegah penurunan kesuburan tanah dan meningkatkan struktur, menjaga keseimbangan nutrisi, dan meningkatkan kualitas tanah secara fisik, kimia, dan biologi. Teknologi ini dapat memberikan manfaat positif bagi pertanian selama jangka waktu yang lama.

Teknologi biochar juga telah melalui uji coba selama beberapa tahun dan di berbagai lingkungan sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas lahan dan mengoptimalkan hasil panen, serta meningkatkan produktivitas dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama

“Untuk meluncurkan teknologi baru ini ke masyarakat petani, dibutuhkan evaluasi tim  panel yang melibatkan berbagai pihak terkait, seperti akademisi, mitra pengembangan, pemerintah, dan sektor swasta yang memastikan teknologi baru ini dapat bermanfaat bagi para petani dan masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara, Presiden Republik, José Ramos Horta mengatakan untuk meningkatkan produtivitas pertanian di dalam negeri dibutuhkan juga politik nasional yang baik khususnya menyediakan air bagi para petani.

“20 tahun berlalu kita masih bergantung pada produk impor, masalahnya tidak hanya secara teknis tetapi masalahnya karena politika nasional, sepuluh sampai dua puluh tahun lagi akan bertamabah banyak masalah lagi jika tidak dikembangkan salah satunya fasilitas air bersih,” ucapnya.

Diketahui pada hari yang sama Pemerintah melalui MAPPF juga meluncurkan empat benih dengan varietas berbeda seperti Hare mean lokál, Duhaen, Koto badak dan Batar hibridu.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor  : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!