iklan

EKONOMI, HEADLINE

Pedagang akui strategi pemerintah stabilisasi harga beras belum maksimal

Pedagang akui strategi pemerintah stabilisasi harga beras belum maksimal

Seorang pedagang beras sedang membeli beras di salah satu perusahaan importir di Dili. Foto Tatoli

DILI, 17 oktober 2023 (TATOLI)— Para pedagang beras  menilai strategi Pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga beras belum maksimal. Karena,  harga beras terus tidak stabil secara internasional dan akan terus meningkat di pasar domestik.

Pemilik Toko Manufahi Fortuna, Lusia de Carvalho das Dores menilai  niat pemerintah untuk memberikan subsidi kepada perusahaan importir beras utama untuk menormalkan harga dengan total $5.00 untuk 25 kg beras, tidak efektif karena harga beras terus tidak stabil secara internasional dan akan terus meningkat di pasar domestik di tingkat kota karena mobilitas dan biaya transportasi.

Berita terkait : Pemerintah dan Perusahaan importir sepakat normalkan harga beras

Dimana, dengan harga beras yang terus naik, sebagai seorang  pengusaha dan pedagang, tentu saja ingin mendapatkan keuntungan saat menjual beras impor di tingkat kotamadya.

“Kami kebanyakan menjual kembali beras impor untuk satu karung 25 kg dengan harga $18.50 atau $.19.50 di tingkat kotamadya tergantung pada seberapa jauh jarak dan juga biaya transportasi,” ujar pemilik Toko Manufahi Fortuna pada Tatoli di Gudang PERISOS di Hudi Laran, selasa ini.

Hal senada diutarakan, Pedagang beras di Comoro, Luis Gutteres dos Rego bahwa, pemerintah telah melakukan intervensi pasar namun belum efektif karena konsumen terus mengeluhkan masalah harga beras.

“Kami sebgai pedagang harus menjual lagi beras di pasar dengan   harga $18,50 untuk 25 kg beras tergantung pada harga pasar dari perusahaan beras utama. Kami memahami dampak harga beras yang terpengaruh di pasar global. Karena itu, pemerintah telah melakukan intervensi pasar namun tidak efektif karena konsumen terus mengeluhkan masalah ini,” ucapnya.

Dia  mengatakan sebagai pedagang beras terus membeli dari importir utama PERISOS dengan harga $17,50 untuk 25 kg dan akan menjual  kembali dengan harga $18.50.

Berita terkait : Harga beras melonjak, Pemerintah Timor-Leste lakukan intervensi  

Ia merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan biaya transportasi untuk memastikan harga beras dapat dijangkau oleh konsumen.

“Jika kami membeli beras impor dengan 25 kg seharga $12.00 kami akan menjualnya kembali dengan harga $13.00 dan di kota $13.50 atau bisa juga $14.00,” tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menyetujui peraturan yang menetapkan harga $5.00 untuk 25 kg beras untuk empat perusahaan importir beras utama yang terdiri dari LISUN, PERISOS, Alfa DILI, dan Creative Furak, tetapi sampai saat ini belum diterapkan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!