DILI, 17 Oktober 2023 (TATOLI)— Sebanyak 12 siswa Timor-Leste, sepuluh (10) di antaranya adalah penerima beasiswa dari Dana Pengembangan Sumberdaya Manusia (FDCH – portugis) telah terpilih untuk belajar di Institut Politeknik Penerbangan Surabaya dan Universitas Penerbangan Jakarta, Indonesia.
Demikian hal itu dikatakan Ketua Dewan Administrasi ANATL, Trindade da Cruz Pinto kepada Tatoli di kantornya Bandara Udara Internasional Nicolau Lobato, Comoro, Dili.
Berita terkait : Sejak 2011, FDCH telah berikan beasiswa kepada 7.786 pelajar Timor-Leste
Dia menjelaskan, dua belas siswa tersebut akan bertolak ke Indonesia pada mulai kuliah di Politeknik Penerbangan Surabaya (POLTEK) dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curung, Jakarta pada minggu depan.
“Mereka mendapatkan beasiswa untuk belajar di POLTEK, Surabaya dan STPI, Jakarta Indonesia. Namun, keberangkatan mereka tertunda karena masalah buka paspor sehingga mereka baru akan diberangkatkan minggu depan untuk melanjutkan studi mereka,” kata Jose Trindade da Cruz Pinto.
Dijelaskan, saat ini Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Kehakiman telah menyediakan 700 buku paspor sehingga ANATL juga mengajukan permohonan kepada Kementerian Kehakiman untuk membuat Paspor kepada 12 pelajar tersebut untuk melanjutkan studi di POLTEK dan STPI Indonesia.
“Kementerian Kehakiman melalui Notaris telah membuat paspor untuk 12 mahasiswa tersebut. Selain itu, ANTL sedang mengurus visanya di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Jadi, diharapkan minggu depan mereka sudah bisa diberangkatkan ke Indonesia untuk melanjutkan studi di POLTEK, Surabaya dan STPI, Jakarta Indonesia,” ujarnya.
Berita terkait : ANTL dan FDCH tawarkan beasiswa penerbangan bagi kaum muda Timor-Leste
Sementara, Direktur Eksekutif FDCH, Cristovão dos Reis menginformasikan saat ini, pihaknya belum memiliki data yang pasti terhadap mahasiswa penerima beasiswa yang bermasalah dengan paspor.
“Tim FDCH sedang mengidentifikasi mahasiswa penerima beasiswa yang saat ini belum memiliki paspor. Karena itu, atas nama FDCH saya belum berkomentar mengenai masalah paspor tersebut karena kami masih mengumpulkan data dari mahasiswa penerima beasiswa di Timor-Leste,” ujarnya.
Sementara itu, dari 12 siswa Timor-Leste, sepuluh (10) di antaranya adalah penerima beasiswa dari FDCH sedangkan dua pelajar lainnya membayar secara pribadi.
Sebelumnya, untuk membiayai kesepuluh pelajar peraih beasiswa penerbangan tahap ketiga tersebut, FDCH mengucurkan dana lebih dari $81.000.
Kesepuluh pelajar tersebut ada memulai proses studi akan berjalan selama tiga tahun dimana setiap orang dengan tingkat gelar Diploma Tiga (D3) di empat bidang studi seperti Electrical Techniques, Airport Civil Engineering, Air Navigation dan Airport Firefighting.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




