iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

700 buku paspor tiba di Timor-Leste, prioritas pasien rujukan ke luar negeri

700 buku paspor tiba di Timor-Leste, prioritas pasien rujukan ke luar negeri

Direktur Nasional Notaris Kementerian Kehakiman, Joao Fernando Martins Borges. Foto Tatoli/Antonio Goncalves

DILI, 13 oktober 2023 (TATOLI)—Kementerian Kehakiman melalui Direktur Nasional Notaris, Joao Fernando Martins Borges mengatakan, saat ini Timor-Leste telah menerima 700 buku paspor untuk merespon situasi darurat yang diprioritaskan kepada para pasien rujukan ke luar negeri.

“Kami telah menerima 700 buku paspor. Saat ini kami sudah melakukan tes untuk masuk ke sistem data dan semuanya dalam kondisi baik. Karena itu, kami telah menerbitkan 40 buku paspor kepada pasien yang dirujuk ke luar negeri dan sisanya akan diberikan kepada orang yang masuk dalam kategori pasien yang rujukan lainnya. Prioritasnya berdasarkan permintaan mereka,” kata Joao Fernado Martins Borges kepada wartawan di kantornya Mandarin, Dili, jumat ini.

Ia menambahkan, seluruh buku paspor yang diuji dalam kondisi baik sehingga Pemerintah melalui Kementerian Kehakiman selanjutnya akan menerima lagi 16.000 buku paspor dalam waktu dekat.

“Kami telah mengeluarkan 40 buku paspor kepada 40 pasien rujukan dan mereka akan menggunakan paspor ini untuk melakukan perawatan kesehatan di rumah sakit luar negeri. Jika pihak imigrasi tidak menemukan masalah pada paspor tersebut berarti paspor yang kami gunakan memenuhi syarat. Dengan demikian kami akan mengirim lagi 16.000 paspor dalam waktu singkat secara bertahap,” ujarnya.

Ia menegaskan, bila pemegang paspor tidak diklaim oleh pihak imigrasi dan tidak ditemukan adanya masalah pada paspornya, Kementerian Kehakiman akan menginformasikan kepada pemenang tender untuk mengirim lebih banyak berdasarkan kontrak penandatanganan yang telah ditandatangani oleh pemerintah dan perusahaan.

Ia mengutarakan 700 buku paspor tersebut telah tiba di TL, sejak minggu lalu dan telah melakukan sistem pengujian data base untuk diberikan kepada pasien rujukan, yang sebelumnya telah mengajukan permintaan ke Kementerian Kehakiman.

Sedangkan buku paspor sebanyak 700 buku, saat ini masih mencukupi dan akan dikelola berdasarkan prioritas yang ada untuk diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan seperti mahasiswa penerima beasiswa, pasien rujukan dan pihak terkait lainnya.

Sementara, dikatakan untuk  masyarakat umum  yang tidak termasuk dalam kategori prioritas, harus menunggu buku paspor berikutnya yang akan tiba di Timor-Leste dalam waktu dekat.

Direktur itu juga membenarkan bahwa Kementerian Kehakiman melalui notaris telah mengeluarkan 40 paspor untuk 40 pasien dan pasien lainnya masih menunggu daftar dari Rumah Sakit Nacional Guido Valadares (HNGV).

Pihak Notaris akan melakukan pengecekan secara detail karena sebagian masyarakat hanya menunjukkan surat keterangan kesehatan untuk mendapatkan paspor namun tidak melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kami akan berkoordinasi dengan HNGV untuk mengidentifikasi pasien yang dirujuk sebelum mengeluarkan paspor kepada mereka untuk mencegah terjadinya kesalahan administrasi. Kami berharap paspor yang kami terbitkan dapat diprioritaskan kepada masyarakat yang membutuhkan segera,’’ tuturnya

Sejauh ini berdasarkan data dari HNGV dilaporkan bahwa 150 pasien lebih yang akan dirujuk ke rumah sakit di luar negeri, namun karena belum adanya buku paspor sehingga para pasien tersebut harus menunggu.

Sebelumnya, pada rabu (11/10/2023), Pemerintah Timor-Leste secara resmi memberikan penjelasan mengenai proses pengadaan buku paspor elektronik (ePassport) setelah berbulan-bulan dikeluhkan oleh masyarakat akibat tidak bisa membuat ePaspor.

“Pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan proses pengadaan buku ePaspor sesegera mungkin dan menginformasikan bahwa proses tersebut telah memasuki tahap akhir, dengan pengiriman pertama yang telah mulai dikirimkan kepada kelompok-kelompok prioritas. Pengiriman pertama ada 174 ePaspor,” ungkap siaran pers dari kantor Pemerintah, rabu ini.

Kementerian Kehakiman juga telah menandatangani kontrak pada tahun 2015 untuk penyediaan 150.000 buku ePassport, yang dikirimkan antara tahun 2016 dan 2019.

Mengingat bahwa perkiraan pencetakan tahunan buku ePassport di Timor Leste adalah 20.000 unit, maka diharapkan bahwa persediaan akan terjamin pada tahun 2022 atau 2023.

Pada tahun 2022, proses pengadaan baru dimulai untuk akuisisi buku ePassport, tetapi proses ini terhambat oleh kesulitan prosedural.

Namun, pada akhir tahun 2022, setelah bandara dibuka kembali setelah COVID-19, terjadi peningkatan permintaan penerbitan paspor yang di atas rata-rata dan tidak terduga, sehingga menyebabkan mesin-mesin tersebut rusak.

“Oleh karena itu, pada awal tahun 2023, Kementerian Kehakiman menandatangani kontrak untuk memasok 73.150 buku paspor elektronik, yang tidak dapat dipenuhi karena kesulitan prosedural,” ungkap laman tersebut.

Untuk mengatasi situasi ini, Pemerintah Konstitusional IX, dengan keputusan Dewan Menteri tanggal 27 September 2023 tentang persetujuan pemberian langsung yang mendesak, melanjutkan proses pengadaan untuk pemberian buklet ePassport.

Paspor pertama untuk pengujian (percontohan) sudah berada di Dili dan, menurut laporan tentang pencetakan paspor ini, tercatat bahwa paspor berhasil diterbitkan.

Dari paspor pertama yang diterima, sebanyak 174 paspor diprioritaskan untuk dikirimkan kepada pasien yang memerlukan evakuasi medis ke luar negeri dan pendamping mereka, pelajar, atlet dan kelompok prioritas lainnya.

Unit-unit lainnya kemudian diterima, dengan total 700 eksemplar yang telah diterima, untuk didistribusikan kepada kelompok-kelompok prioritas ini. Kedatangan lebih banyak unit lagi secara bertahap juga direncanakan dalam waktu dekat.

“Oleh karena itu, kami ingin memberitahukan kepada Anda bahwa proses pengadaan buku paspor elektronik telah memasuki tahap akhir, dan kami hanya menunggu pengiriman paspor secara bertahap ke Timor-Leste, yang berjumlah 73.840 unit,” tulis siaran pers itu.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!