iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN

Cegah masuknya narkoba di perbatasan, FM : harus ada pengawasan maksimal

Cegah masuknya narkoba di perbatasan, FM : harus ada pengawasan maksimal

Foto spesial

DILI, 27 juni 2023 (TATOLI)— Untuk meningkatkan pelaksanaan optimalisasi pencegahan, pemberantasan, dan peredaran  narkotika  khususnya di daerah perbatasan, Yayasan Mahein (FM-Fundasaun Mahein) meminta untuk melakukan pengawasan yang maksimal di wilayah perbatasan.

Demikian hal itu dikatakan Direktur Sementara Yayasan Mahein, Abel Amaral  kepada Tatoli di kantornya, Dili, selasa ini.

“Pemerintah harus mendukung Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) Unit Imigrasi dengan memfasilitasi peralatan canggih untuk bekerja secara efektif dalam mendeteksi transaksi obat-obatan terlarang di area perbatasan Timor-Leste,” kata  Abel Amaral.

Dijelaskan, untuk memberantas peredaran narkoba di perbatasan, Pemerintah harus menyiapkan peralatan yang memadai yang dapat digunakan dalam mendeteksi peredaran narkoba tersebut.

Selain itu, pihak Kepolisian Imigrasi juga harus melakukan pengawasan maksimal di pintu masuk dan jalan setapak untuk mencegah peredaran obat-obatan terlarang di kawasan perbatasan.

Di sisi lain dikatakan,  Pemerintah juga harus memprioritaskan peningkatan kapasitas pelatihan di bidang narkoba dengan tujuan bagaimana anggota Kepolisian imigrasi memiliki pengetahuan dalam menggunakan peralatan untuk mengidentifikasi jenis narkoba guna mencegah transaksi obat-obatan terlarang di negara ini.

Ia juga  merekomendasikan pada Pemerintahan baru untuk mensosialisasikan undang-undang obat-obatan terlarang yang telah disetujui di Parlemen Nasional dan juga untuk mensosialisasikan bahaya mengonsumsi minum obat-obatan di setiap sekolah agar masyarakat dapat melakukan pencegahan mengonsumsi obat terlarang.

Obat-obatan terlarang adalah tanaman atau zat yang berasal dari alam atau buatan yang memiliki efek psikotropika dan dapat mempengaruhi kesehatan fisik atau mental atau membahayakan keadaan sosial seseorang. 

Reporter : Mirandolina Barros Soares 

Editor      : Armandina Moniz

 

 

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!