DILI, 08 Februari 2023 ( TATOLI)— Presiden Republik, José Ramos Horta mengungkapkan Timor-Leste (TL) mencatat kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) tertinggi dalam penganiayaan terhadap perempuan.
Hal tersebut dikatakan Presiden Horta saat berpartisipasi dalam acara SRI CHINMOY ONENESS-HOME PEACE RUN dengan melakukan Gerakan Damai di Istana Kepresidenan, Bairro Pite, Dili, rabu ini.
“Kekerasaan paling besar di TL, bukan dari konflik yang terjadi antara kaum muda yang saling tawuran. Namun kekerasaan paling tertinggi di TL adalah KDRT. Dimana sering terjadi suami menganiaya istrinya,” kata Presiden Horta.
Kepala Negara itu menambahkan selama ini masyarakat menilai konflik paling besar di TL dari kelompok organisasi seni bela diri. Namun, sebenarnya KDRT yang paling banyak terjadi di TL.
“Jumlah orang yang terlibat dalam organisasi bela diri di TL adalah ratusan, namun tidak melakukan konflik setiap hari, dan hampir semua situasi ditangani oleh pemerintah,” tutur Presiden Horta.
Maka dari itu, Horta meminta kepada para kaum muda untuk terus belajar, sehingga bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja.
Menurut Horta, saat Pemerintah bekerjasama dengan Australia dan Korea Selatan mengirim para tenaga kerja dengan gaji yang cukup. ” Jadi, dengan melaksanakan aktivitas pengiriman tenaga kerja ke Australi dan Korsel dapat mengurangi kekerasaan dan konflik di TL,” papar Presiden Horta.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandaina Moniz




