iklan

INTERNASIONAL, DILI, PENDIDIKAN

Berantas Tuna Aksara di Timor-Leste, UNESCO dukung $1 juta pada MEJD

Berantas Tuna Aksara di Timor-Leste, UNESCO dukung $1 juta pada MEJD

Sekretaris Eksekutif Komisi Nasional UNESCO di Timor-Leste, Francisco Barreto. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 08 September 2022 (TATOLI) –  Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melalui UNESCO (Organisasi Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Perserikatan Bangsa-Bangsa) mendukung dana senilai $1 juta kepada Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (MEJD) untuk memberantas Tuna Aksara di Timor-Leste (TL).

Sekretaris Eksekutif Komisi Nasional UNESCO di Timor-Leste, Francisco Barreto, menginformasikan, pihaknya  bekerja sama dengan Direktorat Nasional Pendidikan  Ensino Recorrenti, (DNER) dari MEJD untuk mendukung program Literasi, Kesetaraan, dan Kemampuan.

Berita terkait : Berantas tuna aksara di Timor-Leste, 474 orang akan ikut ujian tingkat dasar

“Korsel melalui UNESCO telah membantu $1 juta pada MEJD untuk mendukung tiga program dan juga membangun pusat pelatihan komunitas selama lima tahun (2020-2024). Namun, UNESCO di TL harus mengajukan proposal setiap tahun untuk pelaksanaan anggaran ini berdasarkan rencana dan program”, kata Sekretaris UNESCO, Francisco Barreto pada wartawan Tatoli, di Matadouro Dili, kamis.

Menurut pejabat itu, program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar mengajar dan literasi berhitung pada masyarakat yang belum mengenal huruf.

“Kami juga ingin memberikan pelatihan nonformal di berbagai bidang agar generasi muda dan dewasa dapat memperoleh keterampilan dan mendapatkan sertifikat. Sejak 2020, lebih dari 500 orang telah mendapatkan manfaat dari ketiga program tersebut”, tegasnya.

Berita terkait : Hari Aksara Internasional, MEJD harap semua orang bisa baca dan menulis

Francisco Barreto menambahkan, sesuai dengan rencana komisi, UNESCO ingin mendirikan pusat pembelajaran masyarakat di semua kotamadya. Sementara pusat pembelajaran masyarakat di  Bobonaro, Dili dan Covalima yang telah diresmikan.

“Pada oktober mendatang, kami akan memdirikan tiga pusat pembelajaran masyarakat di kotamadya Viqueque, Ainaro dan Ermera. Namun, di Manufahi, Baucau, di Daerah Administratif Khusus Oé-Cusse Ambeno masih dalam tahap konstruksi. Namun, pada 2023 kami juga ingin membangun, pusat pembelajaran di kotamadya Lautem, Manatuto dan Liquiçá,” ujarnya.

Sekretaris UNESCO juga mengajak semua kalangan muda dan dewasa untuk memanfaatkan kesempatan belajar dan menulis guna meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!