iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL

Pemerintah Timor-Leste siapkan 123 orang ikuti pelatihan AICAT di Israel

Pemerintah Timor-Leste siapkan 123 orang ikuti pelatihan AICAT di Israel

Direktur Umum Kerjasama Pengembangan Kelembagaan MAP, César José da Cruz menyerahkan sertifikat kursus Bahasa ingris kepada 123 orang yang akan mengikuti pelatihan Arava International Center for Agriculture Training (AICAT) di Israel. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 02 agustus 2022 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Pertanian dan Perikanan (MAP-tetum) pada  2022 ini mengirimkan 123 orang yang masuk dalam  angkatan ke-enam pelatihan Arava International Center for Agriculture Training (AICAT) di Israel.

Direktur Umum Kerjasama Pengembangan Kelembagaan MAP, César José da Cruz menginformasikan, untuk memenuhi persyaratan dari pihak AICAT, MAP bekerjasama dengan Learning Education Program of Timor -Leste (LEP-TL)   memfasilitasi kursus bahasa inggris kepada 123 peserta pelatihan selama dua bulan lebih.

“Hari ini kita memberikan sertifikat bahasa inggris kepada peserta yang akan mengikuti pelatihan di AICAT Israel. Mereka  akan berfokus pada pertanian dan hortikultur.  Mereka akan berangkat pada pertengahan bulan ini,” ucap César José da Cruz pada Tatoli di kantor MAP Comoro, senin ini.

Para peserta yang akan pelatihan Arava International Center for Agriculture Training (AICAT) di Israel. Foto Tatoli/Francisco Sony

Ia menjelaskan, selain bahasa inggris, pihak AICAT juga ingin agar para peserta pelatihan   terbebas dari penyakit apapun dan benar-benar memiliki latar belakang sekolah pertanian.

Disebutkan, sejak 2015 hingga saat ni Pemerintah telah mengirimkan hampir 300 peserta pelatihan ke AICAT Israel untuk mengikuti pelatihan tentang teknologi pertanian. Semua peserta ini sendiri telah kembali ke Timor-Leste dan berhasil mendapatkan pekerjaan.

“Mereka yang sekarang angkatan ke-enam, jika dihitung bersama sekitar 300. Sebagian besar yang kembali telah mendapatkan pekerjaan dalam bidang  pertanian. Diantara mereka bekerja banyak yang bekerja di Kementerian, Asosiasi serta diberbagai Agency, ada pula yang membuka lapangan kerja untuk diri sendiri,” katanya.

Salah satu peserta pelatihan dari RAEOA (Rejiaun Administrativu Espesiál Oé-Cusse Ambeno), Agostinho Camnahas, sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bisa mengikuti pelatihan di Israel.

“Di Israel seperti, teknologi pertanianan dan hortikulturnya sangat maju.    Untuk itu, saya ingin belajar disana dan menerapkan kembali di negara kita setelah kembali,” ungkap Agostinho Camnahas.

Diinformasikan, 123 peserta pelatihan  terdiri dari 41 perempuan dan 82 laki-laki. Mereka sebelumnya adalah alumni dari Sekolah Teknik Pertanian (ETA – Escola Tecnica Agricola) di Timor-Leste seperti ETA Fuiluro Lospalos, ETA Moleana Bobonaro, ETA Natarbora Manatuto, ETA Oe-cusse, ada paun mahasiswa dari Fakultas Pertanian di UNTL (Universidade Nasional Timor Lorosa’e) dan UNPAZ (Universidade da Paz).

(AICAT) didirikan di Sapir, Isarel, pada tahun 1994 dengan dukungan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertanian. Pusat ini melatih lebih dari 1.000 siswa setiap tahun dari Institut Akademik   lebih dari 13 negara di seluruh dunia sebagian besar di Afrika dan Asia.

Program Center didasarkan pada prinsip Learning by Doing. Kombinasi pemenang dari pelatihan praktis di pertanian yang maju dan modern, studi teoretis, tur berpemandu profesional di daerah tersebut dan kehidupan masyarakat memberi para siswa pengalaman yang unik dan kaya.

Pelatihan di AICAT sendiri memberikan berbagai dampak positif seperti di akademik, para siswa pulang dengan keterampilan teoretis dan praktis yang penting bagi negara mereka.

Sementara, untuk menjawab masalah dampak ekonomi sendiri, lulusan AICAT membangun peternakan dan bisnis model yang sukses. Alumni AICAT berintegrasi secara profesional di sektor publik dan swasta membantu perekonomian lokal mereka.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!