iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, KESEHATAN, DILI, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

WFP serahkan Fortified Rice dukung program bantuan sosial di Timor-Leste  

WFP serahkan Fortified Rice dukung program bantuan sosial di Timor-Leste   

Perwakilan WFP di Timor-Leste, Dageng Liu menyerahkan secara langsung bantuan Fortified Rice kepada kepada pihak Sekretariat Negara untuk Perlindungan Sipil melalui Pusat Logistik Nasional (CLN) di gudang, Tibar. Foto Tatoli

DILI, 14 juli 2022 (TATOLI) –Program Pangan Dunia (WFP) menyerahkan Fortified Rice (beras yang diperkaya dan biskuit berenergi tinggi) kepada Sekretariat Negara untuk Perlindungan Sipil untuk mendukung program bantuan sosial di Timor-Leste.

Perwakilan WFP di Timor-Leste, Dageng Liu mengatakan Fortified Rice ini akan dibagikan kepada keluarga yang terkena bencana alam di seluruh negeri.

Fortified Rice merupakan perpaduan dari Fortified Rice Kernels (FRK) yang terdiri dari, beras ekstrusi berbentuk kernel  terbuat dari tepung beras, kaya akan vitamin dan mineral dipadu  beras mentah dengan perbandingan masing-masing 1:99. Beras ini  menghasilkan vitamin dan mineral yang penting  dibutuhkan oleh tubuh.

Bantuan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Australia dan India, dimana Pusat Logistik Nasional (CLN) yang akan  memproduksi beras fortifikasi tersebut di gudang, di Tibar.

Saat ini, lebih dari 15 juta ton beras campuran telah didistribusikan oleh Sekretariat Negara untuk Perlindungan Sipil  melalui Badan  perlindungan sipil kepada keluarga  yang terkena dampak banjir di tujuh kotamadya  yaitu, Viqueque, Manufahi, Manatuto, Covalima, Ainaro, Bononaro, dan Lautém.

Sebelumnya, pada akhir juni lalu, terjadi  hujan deras yang membanjiri tujuh kotamadya,  di mana lebih dari 800 rumah tangga  terkena banjir.

“2000 ton beras yang disumbangkan oleh pemerintah India dan akan  dikirim untuk program bantuan sosial di seluruh negeri,” kata Dageng Liu dalam upacara serah terima bantuan, di Gudang CLN, di Tibar, rabu.

WFP juga menyediakan mesin pencampur buatan China dengan harga $24.000 yang diserahkan kepada CLN. Selain itu, bantuan teknis WFP untuk CLN mencakup peningkatan infrastruktur dan  kapasitas teknis untuk memproduksi beras.

“Sekarang, tim CLN dapat menjalankan mesin itu sendiri. Jadi, WFP ingin mengucapkan selamat kepada CLN karena mengambil langkah tonggak ini untuk menghasilkan produk yang difortifikasi  beras dengan teknisi dan kapasitas mereka sendiri,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Negara untuk Perlindungan Sipil, Joaquim José Gusmão dos Reis Martins berterima kasih kepada WFP dan Pemerintah Australia atas bantuan yang diberikan.

Serah Terima Biskuit Energi Tinggi (HEB)

Dilain pihak, Sekretaris Negara Joaquim juga berterima kasih kepada Pemerintah Selandia Baru yang juga telah mendukung 38 ton HEB.

Dikatakan, HEB adalah biji beras yang diperkaya dengan beberapa mikronutrien, seperti, zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks lainnya (BI, B3, B6, dan B12), dan vitamin A.

dijelaskan, dengan dukungan Pemerintah Selandia Baru, WFP juga telah melakukan pengadaan High-Energy Biscuit sebanyak 38 ton untuk dibagikan kepada keluarga korban bencana.

“Selain beras fortifikasi, hari ini, bersama dengan Duta Besar Selandia Baru, Philip Hewitt, kami menyerahkan 38 juta Biskuit Energi Tinggi kepada CLN untuk dibagikan kepada keluarga yang terkena dampak banjir,” kata  Dageng Liu.

Biskuit berenergi tinggi adalah biskuit siap pakai, tinggi energi dan protein, serta dilengkapi dengan vitamin dan mineral.

HEB digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak pada fase akut keadaan darurat di mana masyarakat tidak dapat memasak akibat kurangnya akses ke fasilitas dasar.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!