DILI, 23 Juni 2022 (TATOLI) –Sekretariat Negara urusan Lingkungan Hidup (SEA) dan Kementerian Pertanian dan Perikanan (MAP) menandatangani kesepakatan untuk program revitalisasi dan perluasan perkebunan (ekspansi) kopi di kotamadya Aileu, Bobonaro, Ermera , Liquiçá , Manatuto dan Manufahi.
“Perjanjian ini bertujuan untuk mengeksekusi dana senilai $6,4 juta untuk program pembaruan tanaman kopi dan pohon perlindungan,” kata Sekretaris Negara urusan Lingkungan Hidup, Demétrio do Amaral kepada Tatoli di Bebora.
Dijelaskan, perjanjian tersebut mengatur revitalisasi, renovasi dan perluasan perkebunan kopi, penanaman pohon pelindung dan konservasi kopi Laku.
Menurut Demétrio do Amaral, 37% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang dilaksanakan oleh SEA, adalah untuk menghilangkan karbon di beberapa area dan membuat pembibitan. Sisanya 63% akan dieksekusi MAP.
Diungkapkan, bahwa perjanjian itu akan memperkirakan tahun ini ada 10.000 hektar untuk pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Menteri MAP, Pedro dos Reis mengatakan selama masa kolonialisme dan kependudukan Indonesia mengakibatkan sebagian besar tanaman kopi dan pohon pelindung ditebang. “Sehingga tim teknisi akan menyelidiki situs bersejarah untuk memverifikasi kemungkinan revitalisasi perkebunan kopi tua,” paparnya.
Reporter : Jesuina Xavier
Editor : Maria Auxiliadora (penerjemah : Armandina Moniz)




