DILI, 01 juni 2022 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos Horta meminta Asosiasi Koperasi Kopi Timor (CCT-portugues), untuk membuka kedai kopi organik Timor-Leste (TL) di luar negeri untuk mempromosikan produk kopi TL.
“Presiden Republik menginginkan CCT melakukan promosi kopi Timor di pasar. Salah satunya, dengan membuka kedai kopi di luar negeri. Contohnya seperti di Malaysia dan Singapura,” kata Direktur Umum CCT, Xisto Moniz Piedade pada wartawan usai rapat dengan Presiden Horta di Istana Kepresidenan Bairro pite, Dili, rabu ini.
Menurutnya, Presiden Horta ingin meningkatkan produksi kopi didalam negeri, karena banyak pohon kopi yang semakin tua, namun akan tetap menjaga keberlanjutan sektor dimasa depan. Karena, kopi merupakan pendapatan kedua negara TL.
Berita terkait : Mengkhawatirkan, angka panen kopi Timor-Leste turun setiap tahun
Dikatakan, banyak pohon kopi yang semakin tua, dan beberapa diantaranya tidak subur. Itu dampak dari perubahan iklim, sehingga dibutuhkan perawatan yang baik. Karena sebelumnya, pada penjajahan Portugis menghasilkan 20 ribu ton, namun saat ini hanya menghasilkan enam ribu ton untuk ekspor setiap tahun.
“CCT berencana meningkatkan produksi dengan bekerja sama dengan pemerintah. Karena, banyak permintaan kopi dari luar negeri, namun kita tidak mempunyai stok kopi Timor,” tuturnya.
Dijelaskan, pada 2021, CCT telah mengekspor kopi sebanyak 350 ton. Kopi lebih banyak diekspor ke Amerika Serikat (AS), Australia dan Selandia Baru.
Berita terkait : Pemerintah setujui program tingkatkan produksi kopi di Timor-Leste
Diungkapkan, pada tahun ini produksi kopi berkurang. Target dari CCT akan membeli 10 hingga 12 ribu ton kopi dari petani. Namun, semuanya tergantung pada petani.
Ia mengutarakan, harga kopi masih menjadi keluhan bagi petani, sehingga perlu ditetapkan harga yang sebenarnya. “Dalam rapat, kami dengan Presiden Horta juga membahas tentang harga kopi, namun ini tergantung pada pasar dunia. Kami membeli kopi dari petani setiap kilogram dengan harga $0,41 sen,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, katanya, membahas juga tentang produk lain yang dikerjakan oleh CCT di sektor pertanian. Karena, selain meningkatkan produksi kopi, perlu juga meningkatkan produksi buah Kakau (coklat), Jengkeh, dan Vanila.
“Kita telah menanam sekitar 3 juta tanaman di wilayah nasional dan beberapa tahun lagi kita akan mengekspor untuk yang ketiga kali untuk produksi buah Coklat,” paparnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




