iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL

CBM ke-11: MNEK dan para diplomat fokus pada pemulihan ekonomi

CBM ke-11: MNEK dan para diplomat fokus pada pemulihan ekonomi

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, Adaljiza Albertina Xavier Magno memimpin rapat Badan Koordinasi (CBM-Coordinating Board Meeting) ke-11 bersama dengan 26 diplomat yang mewakili Timor-Leste (TL) di luar negeri. Foto Tatoli /Egas Cristovão

DILI, 23 mei 2022 (TATOLI)—Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK) menyelenggarakan Rapat Badan Koordinasi (CBM) ke-11 bersama dengan 26 diplomat yang mewakili Timor-Leste (TL) di luar negeri.

CBM sendiri digelar mulai dari 23 hingga 25 mei 2022, yang berlangsung di Aula MNEK dengan tema “Membangun Sinergi Penguatan Keterlibatan Bilateral dan Multilateral Menuju Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19”.

Turut serta dalam CBM kali ini adalah para Anggota Pemerintahan, 24 Duta Besar (Dubes) dan dua (2) Kuasa Usaha di luar negeri dan diketuai langsung oleh Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, Adaljiza Albertina Xavier  Magno.

Menteri Adaljiza mengatakan, seharusnya setiap tahun MNEK mengelar CBM, tetapi CBM ini sudah tidak diselengarakan selama enam tahun terakhir.

“Tahun lalu kita lakukan CBM tetapi hanya melalui virtual dan tahun ini baru bisa digelar secara langsung agar bisa membuat koordinasi antara Pemerintah dan para Dubes untuk mendukung dalam program pemulihan ekonomi setelah kita menghadapi banjir dan pandemi COVID-19,” ungkap Adaljiza Magno di kantor MNEK, senin ini.

Dikatakan, tujuan dari CBM untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan mekanisme koordinasi MNEK untuk menjawab tantangan baru secara lebih efektif melalui pelibatan berdasarkan penilaian yang baik terhadap lingkungan geopolitik dan geostrategis saat ini.

Dengan latar belakang tersebut, sejumlah pembicara terkait dari Instansi Pemerintah dan Mitra Pembangunan telah diundang untuk memberikan informasi terbaru kepada para peserta tentang proses pembangunan dan inisiatif kritis yang saat ini sedang diupayakan oleh Pemerintah Timor-Leste.

“Kehadiran mereka adalah mendukung pemerintah untuk mempromosikan program investasi di luar negeri,” katanya.

Dalam kesempatan ini Kementerian Keuangan juga menjelaskan kepada para diplomat mengenai pertumbuhan ekonomi yang dimiliki TL setelah, sebelum dan selama pandemi COVID-19.

Isu lain yang dibahas dalam CBM ini adalah bagaimana mempromosikan pariwisata, persiapan aksesi untuk ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) dan juga WTO (Organisasi Perdagangan Dunia – OPD).

Menteri Adaljiza pun menghargai progress yang sudah ditunjukan oleh kerjasama yang dilakukan   para Dimplomat yang mewakili TL di luar negeri sehingga dapat mendatangkan berbagai investor untuk melakukan investasi di dalam negeri.

“Ada banyak progress seperti Timor Marine Square adalah upaya dari Dubes TL di Singapura, Heineken dan  juga   kita bisa jual produk kopi di Australia dan Selandia Baru, selain itu untuk Penerbangan Quantas Australia sendiri,” ucapnya.

Disebutkan perwakilan TL di luar negeri terdiri dari CPLP – Perwakilan Tetap Timor-Leste kepada Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis, UE – Perwakilan Tetap Timor-Leste di Uni Eropa dan  Perwakilan Tetap Timor-Leste di PBB.

Adapun Afrika Selatan, Jerman, Angola, Australia, Brasil, Brunei Darussalam, China, Kuba, Kamboja, Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat, Filipina, Indonesia, Irlandia, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Mozambik, Selandia Baru, Portugal, Britania Raya (Inggris), Singapura, Swiss, Thailand, Vatikan, Vietnam.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!