iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, KESEHATAN, DILI, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Pemerintah dan mitra internasional luncurkan Rencana Strategi Gizi Sektor Kesehatan Nasional

Pemerintah dan mitra internasional luncurkan Rencana Strategi Gizi Sektor Kesehatan Nasional

Perdana Menteri, Taur Matan Ruak, Kementerian Kesehatan, bersama mitra pembangunan internasional dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Timor-Leste, meluncurkan laporan akhir Survei Pangan dan Rencana Strategis Gizi Sektor Kesehatan Nasional 2022-2026, di kantor Kementerian Keuangan, kamis (05/05/2022). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 06 Mei 2022 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste (TL), melalui Perdana Menteri, Taur Matan Ruak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bersama mitra pembangunan internasional dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Timor-Leste, meluncurkan laporan akhir Survei Pangan dan Rencana Strategis Gizi Sektor Kesehatan Nasional 2022-2026.

Peluncuran laporan akhir Survei Pangan dan Gizi dan Rencana Strategis Gizi Sektor Kesehatan Nasional 2022–2026  keluarkan  Kementerian Kesehatan dengan dukungan dari Uni Eropa (UE), Organisasi Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Kerjasama Internasional Korea (KOICA) dan anggota Kelompok Kerja Gizi.

Tujuan dari peluncuran yang digelar di kantor Kementerian Keuangan, Dili, kamis itu untuk memerangi kekurangan gizi, terutama stunting pada anak TL. Dalam Rencana Aksi Nasional Konsolidasi Gizi dan Ketahanan Pangan (CNAP), Pemerintah telah menetapkan tujuan untuk mengurangi stunting sebesar 22% (dari 47% menjadi 25%) pada tahun 2030.

Dengan diluncurkannya Rencana Strategi (Renstra) Gizi Sektor Kesehatan Nasional, pemerintah juga berkomitmen untuk menurunkan prevalensi rakitis (suatu penyakit yang menimpa anak-anak saat terjadi proses perlunakan dan kelemahan pada tulang)  dari 8,6% pada tahun 2020 menjadi 3,0% pada tahun 2030.

Intervensi dan program gizi spesifik Renstra Gizi Sektor Kesehatan Nasional difokuskan pada kesehatan dan Gizi Remaja Sebelum Hamil, Suplementasi Diet Ibu, Suplementasi Mikronutrien, Pemberian dan Makanan Pendamping ASI, Suplementasi Diet untuk Anak, Peningkatan Keterampilan Makan, pengaturan Gizi Buruk Akut , Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, serta Kebutuhan Pangan dan Gizi dalam Keadaan Darurat.

Tujuan Jangka Panjang dari Rencana Strategis Gizi Sektor Kesehatan Nasional adalah untuk mencegah dan membebaskan masyarakat dari kekurangan gizi, dalam segala bentuknya, termasuk kekurangan gizi (wasting, stunting, rakitis, dan kekurangan berat badan), vitamin atau mineral yang tidak memadai, kelebihan berat badan, obesitas, dan penyakit tidak menular terkait diet yang diakibatkannya.

Dalam acara tersebut, Perdana Menteri, Taur Matan Ruak mengatakan dalam pidatonya bahwa pemerintah konstitusi kedelapan memutuskan untuk berkomitmen dan memperioritaskan gizi dalam program pemerintahan.

“Sejalan dengan komitmen Ketahanan Pangan yang dibuat oleh Rencana Pembangunan Strategis Nasional dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam memerangi kelaparan dan kemiskinan, yang merupakan faktor utama prevalensi kekurangan gizi di masyarakat kita,” kata PM Taur.

Dikatakan, untuk memerangi gizi buruk, khususnya stunting di TL, pemerintah telah mengambil beberapa langkah penting, di antaranya mengadopsi Strategi Gizi Nasional (2014-2019), Kebijakan Nasional Ketahanan Pangan dan Gizi (2017), dan Rencana Aksi Nasional Ketahanan Pangan dan Gizi (CNAP FNS 2022) di bawah naungan Dewan Keamanan Nasional Makanan dan Nutrisi (KONSANTIL- Konselho Nasional Seguransa Aihan no Nutrisaun Timor-Leste) sebagai badan strategis lintas kementerian dan sektor, yang terdiri dari entitas publik dan swasta, dengan perwakilan mitra pembangunan dan entitas masyarakat sipil, baik nasional maupun internasional.

“Peluncuran Renstra Gizi Sektor Kesehatan Nasional tentunya akan memperkuat semua langkah yang telah dilakukan Pemerintah selama ini untuk memerangi gizi buruk di tanah air,” ujar PM, Taur.

Selain itu, Perwakilan UNICEF untuk Timor-Leste, Bilal Durrani menjelaskan bahwa kekurangan gizi, terutama kekerdilan pada anak-anak di bawah lima tahun adalah keadaan darurat di TL yang perlu ditangani dini.

“Kekerdilan hasil dari kekurangan gizi kronis. Gangguan tumbuh kembang itulah yang dialami anak pada 1.000 sejak hari pertama lahir  hingga berusia dua tahun,”  ucap Bilal.

Di tempat yang sama, Duta Besar (Dubes) Uni Eropa di Timor-Leste, Andrew Jacobs mengutarakan Rencana Strategis Gizi Sektor Kesehatan Nasional sangat penting untuk memerangi dan menghilangkan malnutrisi. di Timor-Leste.

“Uni Eropa berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah Timor-Leste, terutama dalam memerangi kekurangan gizi di negara ini,”tuturnya.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!