iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, PENDIDIKAN

Leonito Noronha, pelajar CQR terpilih ikut pelatihan pertanian di Jepang

Leonito Noronha, pelajar CQR terpilih ikut pelatihan pertanian di Jepang

Leonito Noronha, salah satu pelajar kursus bahasa Jepang di Yayasan Centro Quesadhip Ruak (CQR) telah tiba di Jepang pada 09 april 2022. Foto Yayasan CQR

DILI, 10 april 2022 (TATOLI)– Leonito Noronha, salah satu pelajar kursus bahasa Jepang di Yayasan Centro Quesadhip Ruak (CQR) berkesempatan mengikuti pelatihan tentang pertanian di OISCA Nippong Training Center di Jepang.

Leonito Noronha adalah pelajar tetap di CQR sejak 2019 dan dinilai sebagai pelajar yang layak mendapatkan kesempatan pelatihan selama satu tahun di OISCA Nippong Training Center di Jepang.

Guru Bahasa Jepang di Yayasan CWR, Chihiro Niwa dalam wawancaranya dengan Tatoli menginformasikan bahwa Leonito telah berangkat pada 07 april 2022 dan tiba di Jepang pada 09 april 2022.

Ia menjelaskan, berhasilnya Leonito mengikuti pelatihan ini karena upaya dari Mantan Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Iwao Kitahara yang membuka jalan agar pelajar Timor-Leste dapat mengikuti pelatihan pertanian di Jepang selama satu tahun.

“Tahun lalu pada Juni 2021, Mantan Dubes Kitahara mengontak kami bahwa dia mendapatkan organisasi yang menerima orang asing untuk mengikuti pelatihan pertanian di Jepang. Ia berkata mereka memungkinkan untuk menerima satu pelajar TL dan kami harus melakukan seleksi dan sertakan dokumen,” ungkap Chihiro Niwa pada Tatoli secara esklusif.

Chihiro Niwa mengatakan, dengan kesempatan ini CQR melakukan seleksi pada tiga pelajar yang aktif mengikuti kursus Bahasa Jepang di CQR sampai level tiga dan akhirnya memilih Leonito Noronha sebagai kandidat yang bisa diberikan kesempatan.

“Dia adalah murid pertama saya pada agustus 2019 dengan 32 pelajar pada waktu itu. Dari angka ini dia bersama dengan salah satu temannya yang sampai sekarang masih mengikuti kursus,” katanya.

Disebutkan, selain pelatihan tentang pertanian di OISCA Nippong Training Center, Leonito akan diberikan pelatihan yang lebih baik untuk mengasah pengetahuannya tentang bahasa Jepang. Diharapkan dapat diimpelementasikan di CQR setelah usai mengikuti pelatihan.

“Saya berharap setelah dia kembali bisa mengajar bahasa Jepang bersama saya dan dia Juga memberikan pelatihan tentang pertanian yang sudah dia dapatkan disana,” pintanya.

Dalam kesempatan ini, Chihiro Niwa juga berterima kasih kepada pihak sponsor yang sudah memberikan kesempatan ini dan mendukung secara finansial.

Leonito Noronha juga berterima kasih kepada Yayasan CQR, yang telah menyediakan kursusu bahasa Jepang dan memberikan kesempatan untuk mengikuti program dari OISCA Nippong Training Center di Jepang.

“Saya meminta kepada kawan sekalian yang mengikuti kursus Jepang untuk tetap berusaha karena banyak program dari Jepang yang bisa diikuti, jangan patah semangat dan tetap berusaha,” ucapnya.

OISCA Nishi Nippon Training Center dipimpin oleh Hirose Kaneaki dan didirikan sejak 1968, dengan kegiatan sebagai Pusat pelatihan yang mengkhususkan diri dalam pertanian organik dan produknya disertifikasi oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang.

Para peserta pelatihan dari berbagai negara mempelajari metode pertanian organik berdasarkan standar resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah Jepang. Para peserta pelatihan juga menjalani pelajaran bahasa Jepang intensif untuk memungkinkan mereka berkomunikasi dengan penduduk lokal Jepang.

Manajemen pusat percaya bahwa pemahaman yang kuat dari bahasa lokal adalah kesempatan yang baik di antara peserta pelatihan untuk memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Jepang dan cara hidup orang Jepang.

Pusat pelatihan ini menyediakan pelatihan pertanian jangka panjang bagi para pemuda dari Afrika, Asia dan Pasifik.

Sampai saat ini OISCA Nishi Nippon Training Center telah memiliki peseta lulusan berjumlah 909 dari berbagai negara dan dari Jepang sendiri. Para lulusan diharapkan kembali ke masyarakatnya masing-masing untuk menjadi pemimpin dan membantu pembangunan desanya.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!