iklan

KESEHATAN, COVALIMA, DILI

18 penderita penyakit Kanker Leukimia terdaftar di Klinik Bairopite, satu meninggal

18 penderita penyakit Kanker Leukimia terdaftar di Klinik Bairopite, satu meninggal

Foto google

DILI, 08 maret 2022 (TATOLI)— Sebanyak 18 penderita penyakit kanker Leukimia terdaftar di Klinik Bairopite. Dari jumlah tersebut satu orang meninggal dunia.

Demikian hal tersebut dikatakan, Manajer Klinik Lanud Bairopite, Inacio dos Santos kepada wartawan di Klinik Lanud, senin.

Dijelaskan, berdasarkan  data Klinik Lanud Bairopite, terdaftar 18 orang berpenyakit Kanker Leukimia, tetapi dari total itu satu orang meninggal dunia. Dari total pasien tersebut  mayoritas mengidap penyakit Kanker Leukimia dengan tipe Chronic myeloid leukemia (CML) yang membutuhkan pengobatan secara rutin.

Dikatakan, dalam prosesnya sendiri pasien melakukan follow up pada kesehatannya. Artinya setiap enam bulan harus melakukan tes laboratorium menggunakan mesin polymerase chain reaction (PCR).

“Kita memilki obat yang cukup untuk menangani perawatan Leokimia CML. Kita juga melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) dan Laboratorium Nasional agar meningkatkan pendeteksian untuk penyakit ini,” kata Inacio.

Dia juga menambahkan,  pada  februari 2022, salah satu pasien penderita Kanker Leukimia dari kotamadya Covalima  meninggal dunia, karena berhenti melakukan pengobatan.

“Untuk kasus Leukimia pada dua minggu lalu kita kehilangan satu pasien di Suai. Itu karena, selama ini tidak melakukan perawatan karena masalah keuangan,” jelas Inacio di Klinik Lanud Bairopite, senin ini.

Pasien berumur sekitar 25 tahun dengan jenis kelamin perempuan tersebut, mengidap penyakit Kanker Leukimia  CML dan telah melakukan pengobatan selama tiga tahun.

“Pasien berhenti melakukan pengobatan selama lima bulan terakhir dan menurut laporan dari Pusat Kesehatan Kotamadya Covalima bahwa ia telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Kanker Leukimia memilki empat tipe berbeda yang terdiri dari Acute lymphoblastic leukemia (ALL), Acute myeloid leukemia (AML), Chronic lymphocytic leukemia (CLL) dan Chronic myeloid leukemia (CML).

Leukemia terjadi ketika sel darah yang mengalami perubahan dan menjadi kanker. Perubahan ini menyebabkan sel menjadi tidak normal dan tumbuh tidak terkendali. Berbeda dari sel darah normal, sel darah yang terkena kanker kehilangan fungsinya untuk membekukan darah dan melawan infeksi.

Menurut laporan Cancer Care Community menyebutkan  CML diobati dengan pemberian terapi target yaitu menggunkan obat golongan penghambat tyrosine kinase (misalnya imatinib, nilotinib, dasatinib, dll), interferon (obat yang menyerupai bagian dari sistem imun untuk mengurangi pertumbuhan dan pembelahan sel leukemia), kemoterapi, terapi radiasi, transplantasi sel punca.

Jika sedang mendapat terapi target, dokter akan melakukan pemeriksaan darah, pemeriksaan fisik, dan lain seperti sumsum tulang dan PCR. Itu harus dilakukan setidaknya setiap tiga  bulan sekali pada tahun pertama pengobatan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respons terhadap terapi target.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!