DILI, 16 februari 2022 (TATOLI)—Menteri Luar Negeri dari Timor-Leste dan Australia telah menandatangani persetujuan tentang Pacific Australia Labour Mobility (PALM) Scheme. Persetujuan PALM akan membantu TL mengirim lebih banyak tenaga kerja ke Australia.
Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, Adaljiza Magno menginformasikan hal tersebut, setelah mengakhiri kunjungan kerja yang sukses ke Canberra dan Darwin, Australia. Dimana kunjungan tersebut diawali dengan pertemuan resmi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne.
Berita terkait : Menteri Adaljiza ajak mitra Australia jalin erat hubungan bilateral dua negara
Kedua Menteri membahas berbagai masalah bilateral, regional, dan multilateral, termasuk Covid-19, mobilitas tenaga kerja, dan kerja sama ekonomi dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang PALM Scheme.
“Perjanjian ini baru, karena akan memberikan kesempatan kepada tenaga kerja Timor untuk tinggal di Australia mulai dari delapan bulan sampai empat tahun. Jadi, ini berita bagus untuk kaum muda kita,” jelas Menteri Adaljiza melalui konferensi pers di Bandara Internasional Nicolau Lobato Dili, rabu ini.
The Pacific Australian Labour Mobility (PALM) scheme termasuk the Pacific Labour Scheme (PLS) dan Seasonal Worker Programme (SWP) membawa pekerja Timor-Leste ke Australia untuk mengisi peran rendah dan semi-terampil di regional dan pedesaan Australia. Skema ini terbukti sangat berharga bagi pemberi kerja.
Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne dalam akun media sosialnya menyebutkan pertemuan dengan Menteri Adaljiza untuk lebih memperkuat kerjasama yang erat antara Australia dan Timor-Leste dalam keamanan, kesehatan regional dan pemulihan ekonomi bersama.
“PALM Scheme adalah komponen kunci dari hubungan kami, dengan pekerja Timor-Leste untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi Australia selama pandemi dan menambah semangat budaya dan ekonomi masyarakat regional dan pedesaan,” tulis Marise dalam akunnya.
Menurutnya, penandatanganan MoU merupakan kerjasama bilateral pertama di bawah skema PALM. Ini akan membantu mengisi kekurangan tenaga kerja yang mendesak di sektor-sektor utama di Australia, khususnya di wilayah regional, dan mendukung pembangunan ekonomi Timor-Leste.
“Kami juga membahas wabah Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang baru-baru ini melonjak di Timor-Leste, dan komitmen Australia untuk bermitra dengan Timor-Leste dengan membantu, termasuk dengan menyediakan 1,26 juta dosis vaksin Pfizer melalui UNICEF untuk tahun ini,” katanya.
Australia dan Timor-Leste juga akan bermitra untuk memperkuat kapasitas Timor-Leste untuk terlibat dalam forum multilateral dan regional, terutama ASEAN dan WTO (World Trade Organization).
“Pada tahun 2022, kedua negara akan merayakan dua puluh tahun hubungan diplomatik. Saya berharap dapat terus bekerja sama dengan Timor-Leste untuk memajukan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran,” katanya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




