iklan

INTERNASIONAL, PENDIDIKAN

UNESCO minta negara internasional masukan pendidikan kelautan pada kurikulum sekolah

UNESCO minta negara internasional masukan pendidikan kelautan pada kurikulum sekolah

Foto google

DILI, 15 februari 2022 (TATOLI)— Organisasi internasional UNESCO minta kepada semua Negara internasional untuk memasukkan pendidikan kelautan ke dalam kurikulum sekolah pada 2025.

Seruan UNESCO itu disampaikan pada kesempatan One Ocean Summit yang berlangsung di Brest, Prancis.

Melalui siaran pers yang diakses Tatoli,  Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoula mengatakan dunia internasional harus menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar aksinya untuk laut.  Karena itu, jika semua ingin melindungi laut dengan lebih baik, maka harus mengajarkannya di dunia pendidikan.

“Pada kesempatan One Ocean Summit, saya menetapkan tujuan bersama untuk 193 Negara Anggota kami, untuk memasukkan pendidikan kelautan dalam kurikulum sekolah pada 2025,” ungkap Audrey Azoula selama kehadirannya di Brest, Perancis.

Demi mencapai tujuan ambisius ini, UNESCO meluncurkan gudang umum konten pendidikan untuk pembuat kebijakan dan pengembang kurikulum. Ini memberi mereka semua kunci yang diperlukan untuk mengintegrasikan pendidikan kelautan di setiap tingkat rantai pendidikan yang dimulai dari penyusunan kurikulum nasional hingga persiapan pelajaran oleh para guru.

“Berkat toolkit ini, semua Negara berada pada pijakan yang sama, dengan cepat dapat menempatkan laut di jantung pendidikan dan meningkatkan pengetahuan siswa di bidang ini. Sehingga, mereka menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berkomitmen,” jelas Stefania Giannini Asisten selaku Direktur Jenderal UNESCO yang bertanggung jawab atas Pendidikan.

Dalam alat referensinya, UNESCO menyoroti praktik-praktik baik dari Negara-negara Anggota yang telah bekerja dalam pendidikan kelautan, seperti Brasil, Kanada, Kosta Rika, Kenya, Portugal, dan Swedia. Dalam bentuk studi kasus, Organisasi menyajikan hasil utama yang dicapai oleh negara-negara ini, serta peluang dan tantangan yang dihadapi ketika berusaha memasukkan pengetahuan kelautan secara terstruktur ke dalam kurikulum.

Bagi UNESCO, pendidikan kelautan seharusnya tidak hanya melibatkan transmisi pengetahuan ilmiah dan kesadaran akan isu-isu kontemporer. Itu juga harus mempromosikan keterampilan dan pengetahuan tradisional, seperti yang dilindungi oleh Konvensi 2003 tentang Warisan Budaya Takbenda, misalnya mempromosikan teknik penangkapan ikan leluhur,

UNESCO akan memantau pelaksanaan tujuan ini oleh 193 Negara Anggotanya. Laporan kemajuan pertama direncanakan untuk COP27, yang akan diadakan pada November 2022 di Mesir.

UNESCO memimpin Dekade Ilmu Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan Berkelanjutan (2021 hingga 2030), yang tahun ini akan menyelenggarakan beberapa pertemuan puncak internasional utama yang akan membantu memperkuat mobilisasi di bidang ini.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!