iklan

KESEHATAN, DILI, HEADLINE, MANATUTO, SOSIAL INKLUSIF

Update Kasus DBD : 13 kotamadya terdeteksi, Dili paling tinggi

Update Kasus DBD : 13 kotamadya terdeteksi, Dili paling tinggi

Petugas Kesehatan sedang memeriksa kesehatan pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares. Foto Tatoli/Antonio Dasiparu

DILI, 14 februari 2021 (TATOLI)— Kasus Deman Berdarah Dengue (DBD), terus melonjak. Berdasarkan data  nasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 13 kotamadya telah terdeteksi kasus tersebut. Kotamadya Dili tercatat paling tinggi pasien terdeteksi DBD.

Berdasarkan siaran pers yang diakses Tatoli dari Kemenkes, senin, 14 februari ini  menyebutkan, Timor-Leste (TL) sejak awal januari 2022 hingga saat ini telah mengidentifikasi 2.004 penderita DBD dan 30 orang meninggal dunia.

Dari jumlah kasus tersebut,  terdeteksi pasien DBD paling tinggi di kotamadya Dili dengan 1.290 kasus. Sementara itu, Manatuto (132),  Ermera (85), Baucau (82), Manufahi (83), Covalima (68), Liquica (51), Bobonaro (30), Aileu (46), Viqueque (44), Ainaro (27), Lautem (63) dan 13 kasus dari Wilayah Administrasi Khusus Oecusse-Ambeno (RAEOA).

Berita terkait : Update Kasus DBD : 1.998 teridentifikasi dan 30 meninggal

“Sebagian besar kasus berasal dari Dili dengan 1.290 kasus dan 16 orang meninggal dunia.  Kasus DBD juga   tercatat di 12 kotamadya lainnya,” tulis siaran pers itu.

Dalam siaran pers juga dijelaskan, sebagian besar kasus DBD di Kotamadya Dili, teridentifikasi dari Pos Administratif Dom Aleixo, dengan 684 kasus, Pos Administratif Cristo Rei (277 kasus), Pos Administratif Na’in Feto (151 kasus), Pos Administratif Vera Cruz (142 kasus), Atauro (12 kasus) dan 24 tercatat dari Metinaro.

Dengan melonjaknya DBD, Kemenkes meminta kepada penduduk di Dili dan kotamadya lainnya agar secepatnya membawa pasien yang mengalami deman, radang sendi dan bersin-bersin ke pusat kesehatan untuk mendapatkan pengobatan.

Berita terkait : Antisipasi lonjakan kasus DBD,  WHO sediakan 500 liter Malathion  

Kemenkes juga meminta kepada masyarakat untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar membersihkan rumah dan lingkungan untuk mencegah wabah DBD.

Dinas Kesehatan Kotamadya Dili (SSMD) mencatat pada 2021 lalu, teridentifikasi 672 pasien DBD dan delapan orang meninggal dunia.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!