iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

WMO siapkan HydroSOS dukung adaptasi pada perubahan siklus air dunia

WMO siapkan HydroSOS dukung adaptasi pada perubahan siklus air dunia

Foto google

DILI, 07 februari 2022 (TATOLI)— Inisiatif global Status Hidrologi dan Sistem Outlook (HydroSOS) dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan   Pusat Ekologi & Hidrologi Inggris (UKCEH) meminta seluruh dunia untuk lebih beradaptasi dengan siklus air dunia yang berubah.

Dijelaskan dalam siaran pers dari WMO yang diakses Tatoli, menyebutkan, lebih dari dua miliar orang menghadapi kekurangan air yang parah dan jumlah yang sama. Itu terjadi akibat  terkena dampak banjir selama 20 tahun terakhir, dengan tantangan yang  diperkirakan akan meningkat pada  tahun-tahun mendatang. Karena, akibat dari perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi.

HydroSOS akan memberikan data reguler tentang status sumber daya air termasuk tingkat air di dalam tanah, aliran sungai, waduk, danau dan kelembaban tanah di area  tangkapan air lokal di seluruh dunia.

“Ini juga akan menilai apakah kondisi ini normal untuk sepanjang tahun.  Dan apakah akan memprediksi   situasinya  menjadi lebih baik atau lebih buruk selama beberapa minggu dan pada bulan mendatang,” tulis siaran pers tersebut.

WMO memperkirakan mungkin ada kesenjangan 40% antara pasokan dan permintaan air global pada 2030. Para ahli lain memperkirakan biaya kekeringan hingga $ 8 miliar per tahun dari kerugian dalam pertanian dan bisnis terkait. Sementara, kerusakan akibat banjir bisa mencapai  $80 miliar per tahun.

Wakil Sekretaris Jenderal WMO, Elena Manaenkova, mengatakan HydroSOS akan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dengan meningkatkan ketahanan air dan pangan serta mengurangi kemiskinan.

“Ini adalah inisiatif kunci dalam mempercepat kemajuan global menuju beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, khususnya SDG6 (Air Bersih dan Sanitasi untuk Semua),” katanya.

WMO telah menyetujui pengembangan HydroSOS setelah proyek percontohan lima tahun yang dipimpin oleh UKCEH. Ini mencakup persyaratan untuk sistem, menyusun pedoman untuk pelaporan kondisi hidrologis yang konsisten dan menetapkan bahwa ada ketertarikan  internasional yang cukup dalam inisiatif tersebut.

WMO, dengan dukungan UKCEH,   menghasilkan ringkasan hidrologi dan proyeksi untuk Inggris. Selanjutnya,  mengembangkan rencana implementasi untuk mengubah HydroSOS menjadi kenyataan.

HydroSOS akan menyediakan Anggota WMO dengan peralatan  mengukur dan melaporkan data air. Informasi hidrologi yang dikumpulkan akan menginformasikan tindakan dan strategi yang ditujukan untuk mengurangi kerugian ekonomi dan kematian akibat kekeringan dan banjir.

Profesor Alan Jenkins dari UKCEH,   mengatakan   informasi hidrologi yang handal sangat penting untuk membuat keputusan yang efektif dan tepat waktu untuk memastikan orang memiliki cukup air untuk minum, irigasi tanaman, kebutuhan energi dan kegiatan ekonomi.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!