iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, DILI, HEADLINE

Pemerintah peringatkan masyarakat  risiko varian virus Omicron 

Pemerintah peringatkan masyarakat  risiko varian virus Omicron 

Foto google

DILI, 1 desember 2021 (TATOLI) – Menteri Kabinet Dewan Menteri, Fidelis Manuel Leite Magalhães  memperingatkan masyarakat tentang risiko tinggi varian virus corona baru Omicron.

“Risiko tinggi infeksi Omicron mengkhawatirkan banyak negara di seluruh dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” kata Fidelis Magalhães dalam  konferensi pers  di Kantor  Pemerintahan, Dili, rabu.

Dia mengatakan Timor-Leste (TL) belum mendapatkan informasi yang cukup tentang varian baru, namun banyak negara telah mengambil tindakan ekstra untuk menanggapi varian tersebut.

Berita terkait : WHO himbau negara Kawasan Asia Tenggara waspadai varian Omicron

“Saya mengimbau masyarakat TL untuk tetap menjalankan protokol kesehatan  yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan WHO untuk terus memerangi penyebaran virus, khususnya varian Omicron,” katanya.

Dikatakan,  penting bagi semua orang  untuk terus mengupdate situasi varian Omicron di dunia. “Kita perlu mencari informasi yang lebih banyak dari negara-negara besar seperti, Amerika, China, Australia dan lainnya, karena mereka memiliki  laboratorium yang canggih  untuk memberi kita informasi lebih rinci tentang varian baru tersebut. Informasi ini sangat penting bagi kami untuk mengambil tindakan ekstra dalam menanggapi virus Omicron di TL,” kata Magalhães.

Berita terkait : Varian Omicron muncul, WHO nilai kemungkinan infeksi ulang pada pasien Covid-19

Ia mengatakan, meski Omicron memiliki risiko infeksi yang tinggi, langkah-langkah sebelumnya untuk mencegah dan memerangi varian baru ini, termasuk mengikuti protokol kesehatan, seperti menjaga jarak,  memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir.

“Sejauh ini, kami belum menerima tindakan baru dan khusus untuk menanggapi varian baru ini. Sekali lagi kami belum mendapatkan informasi yang cukup tentang virus  Omicron tersebut,” tambahnya.

Varian Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021.

Varian virus corona Omicron telah menyebar ke seluruh dunia pada Minggu (28/11), dengan kasus baru ditemukan di Belanda, Denmark, dan Australia.

Menurut laporan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  belum mengetahui secara jelas apakah Omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, lebih menular daripada varian lain, atau jika itu menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Reporter : Filomeno Martins

Editor: Nelia Borges Rosario (penerjemah : Armandina Moniz)

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!