iklan

POLITIK, OÉ-CUSSE (RAEO)

Arsenio Bano: Sebelum Natal, RAEOA akan miliki kapal feri baru

Arsenio Bano: Sebelum Natal, RAEOA akan miliki kapal feri baru

Perdana Menteri, Taur Matan Ruak melakukan pertemuan dengan Ketua Otoritas Daerah Administratif Khusus Oé-Cusse Ambeno (RAEOA), Arsenio Paixão Bano. Foto Media GPM

DILI, 19 november 2021 (TATOLI) – Ketua Otoritas Daerah Administratif Khusus Oé-Cusse Ambeno (RAEOA), Arsenio Paixão Bano, berjanji sebelum Natal dan Tahun Baru, RAEOA akan memiliki transportasi laut berupa Kapal Feri untuk memfasilitasi masyarakat  dari dan ke RAEOA, termasuk  masyarakat Atauro.

Arsenio Bano mengutarakan hal itu kepada wartawan, usai bertemu Perdana Menteri (PM) Taur Matan Ruak  di Kantor Pemerintahan Dili, jumat.

Dikatakan, dalam pertemuannya dengan PM Taur, membahas soal pembelian kapal baru untuk memfasilitasi dari dan ke RAEOA, termasuk masyarakat Atauro.

Ia menjelaskan, kapal feri tersebut akan dibeli perusahaan lokal di RAEOA dan kapal tersebut diberi nama “ Irmão Timor”.

“Saya meyakinkan masyarakat bahwa sebelum Natal, RAEOA akan memiliki kapal feri baru untuk melayani penumpang dari dan ke Dili, termasuk Atauro. Ini sangat memudahkan masyarakat untuk berpergian ke Oecusse-Dili dan Atauro,” kata Arsenio.

Dia juga mengatakan kapal Success Ferry yang akan dibeli RAEOA, harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum beroperasi.  “Jadi, mesin dari kapal Ferry akan diperbaiki sebelum beroperasi dan rehabilitasi Feri Haksolok akan berlangsung pada 2022,”ujarnya.

Menurutnya,  rehabilitasi  kapal Feri Haksolok dilakukan pada 2021 karena berada di bawah kendali RAEOA.

“Sekarang, proses rehabilitasi sudah mencapai 95 persen. PM Taur berharap agar Timor-Leste  memiliki galangan sendiri untuk pemeliharaan kapal-kapal di masa depan, ” jelasnya.

Ia juga menambahkan RAEOA telah merekrut seorang manajer untuk mengelola proses rehabilitasi Feri Haksolok di Portugal.

“Anggaran untuk rehabilitasi tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RAEOA tahun 2021,” ucapnya

Kapal ferri tersebut memiliki kapasitas untuk mengangkut 377 orang dan 25 mobil untuk menghubungkan Dili-Oecusse dan Atauro.

Berdasarkan kontrak dengan Perusahaan Pembuatan Kapal Atlantic Eagle Portugal, Timor-Leste telah menghabiskan $13 juta, tetapi pembuatannya dihentikan karena kebangkrutan perusahaan tersebut.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!