iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, KESEHATAN, DILI, HEADLINE

UNDP serahkan bantuan alat medis pada Kemenkes

UNDP serahkan bantuan alat medis pada Kemenkes

Perwakilan UNDP di Timor-Leste, Munkhtuya Altangerel, menyerahkan bantuan peralatan medis kepada Menteri Kesehatan, Odete Maria Freitas Belo. Acara penyerahan dilakukan di Aula, SAMES, senin (15/11). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 15 oktober 2021 (TATOLI)—Program Pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNDP), senin ini menyerahkan bantuan 86 kategori perlengkapan alat medis untuk  kesehatan pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Penyimpanan Obat Obatan dan Perlengkapan Medis (SAMES).

“Kami senang bisa adakan acara ini. Bantuan perlengkapan medis ini untuk ketiga kalinya. Bantuan diberikan  UNDP kepada  Pemerintah Timor-Leste (TL),” kata Perwakilan UNDP di TL, Munkhtuya Altangerel dalam sambutannya  pada acara penyerahan yang diadakan  di kantor SAMES, Kampung Alor, Dili, senin ini.

Dijelaskan,  ada 86 kategori peralatan medis yang berbeda, telah tiba  di Dili dan disimpan di SAMES sejak awal juli 2021. Meskipun menghadapi banyak tantangan dalam proses pengiriman, namun semuanya berjalan dengan baik.

“Bantuan yang diserahkan ke Kemenkes antara lain 53 jenis obat esensial, 21 jenis alat diagnostik/testing Covid-19, sepuluh jenis alat kesehatan dan alat/aksesoris, serta dua jenis kantong jenazah untuk anak anak dan orang dewasa,” katanya.

Dikatakan, bantuan obat-obatan tersebut antara lain 500.000 tablet Paracetamol 500gr; 450.000 tablet Natrium Diklofenak 50 mg tahan gastro; 125.000 ampul natrium Diklofenak 25 mg/ml injeksi 3 ml; 200.000 tablet salut Hysciene butyl bromide 10 mg; 101.000 tab 10mg Almodipine; 100.000 tablet Klorpromazin salut 100 mg; 100.000 tablet Clopidogrel 75 mg; 100.000 botol sirup multivitamin; dan  55.000 botol amoksilin 125mg/5ml bubuk untuk suspensi 100ml.

“Obat-obatan ini diproduksi dan dibeli dari negara Bulgaria, Kanada, Siprus, Durbin, Prancis, Jerman, Yunani, India, Polandia, Irlandia, Italia, Belanda, Spanyol, dan Inggris,” kata  Munkhtuya.

Dia menyebutkan, dari dana yang tersedia sebesar $5.400.000, UNDP telah menggunakan $5.348.696,01 (99,05%) untuk membeli obat-obatan, alat diagnostik, bahan habis pakai, kantong mayat, peralatan, instrumen, pengiriman/asuransi, dan biaya layanan UNDP.

Sementara itu,  Menteri Kesehatan Odete Maria Freitas Belo, mengatakan,  pengadaan obat-obatan   dilakukan melalui kerjasama yang baik antara UNDP dengan pemerintah TL.

“Obat-obatan ini sangat penting dan akan didistribusikan ke Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) dan pusat medis lainnya di seluruh negeri,” katanya.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!