iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN

China-WFP dukung program kemenkes bantu ibu hamil dan menyusui di TL

China-WFP dukung program kemenkes bantu ibu hamil dan menyusui di TL

Ibu negara Presiden Republik Timor-Leste, Cidália Nobre Lopes Mouzinho Guterres, sedang berbincang-bincang dengan ibu hamil yang dievakuasi dan tinggal di Pusat Evakuasi. Foto/ Media PR

DILI, 29 oktober 2021 (TATOLI)–Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) bekerja sama dengan Pemerintah Cina, mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam program bantuan pangan darurat bagi ibu hamil dan menyusui di Timor Leste (TL) yang kurang gizi.

Kerjasama ketiga institusi ini diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) melalui peluncuran perjanjian kontribusi di Kantor Kemenkes, Kaikoli, Dili, kamis.

“Atas nama ibu hamil dan menyusui di TL, saya menyampaikan terima kasih yang tulus atas dukungan dan komitmen Anda yang murah hati,” kata Menteri Kesehatan, Odete Maria Freitas Belo pada acara peluncuran Perjanjian Kontribusi di Kantor Kemenkes, Kaikoli, Dili, kamis.

Dikatakan, untuk program ini pemerintah Cina memberi bantuan dana sebesar $1 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan 548 metrik ton makanan bergizi bagi 12.000 lebih ibu hamil dan menyusui pada setiap bulan selama satu tahun.

“Pendanaan tersebut akan memungkinkan program pemberian makanan tambahan untuk mencegah meluasnya malnutrisi. Tujuannya adalah untuk mengurangi kelebihan kematian di antara mereka yang berisiko dengan menyediakan makanan dan suplemen mikronutrien untuk ibu hamil dan menyusui yang berkekurangan gizi,” tandas Menkes Odete Belo.

Sementara itu, Perwakilan WFP, Degeng Liu mengatakan ketahanan pangan dan malnutrisi di TL tetap menjadi tantangan yang berkelanjutan karena lebih dari sepertiga penduduk mengalami kerawanan pangan kronis.

Di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun, 47% terhambat, 8,6% kurus, dan 32% kekurangan berat badan. Selain itu, data tahun 2019 menunjukkan 30 % wanita usia subur menderita anemia.

Bukan hanya itu, katanya, dampak Covid-19 dan banjir bandang pada april lalu, semakin memperburuk ketahanan pangan dan kesenjangan gizi di TL dan berdampak pada mata pencaharian, rantai pasokan, dan fungsi pasar. Misalnya, 38% keluarga kekurangan pada kualitas makanan mereka disebabkan kekurangan uang atau sumber daya, sementara 21% hidup dengan kemiskinan sehingga tidak mampu membeli makanan bergizi,” kata Degeng.

Atas nama keluarga besar WFP, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi murah hati dari Tiongkok dengan memberi bantuan pangan, bersama dengan layanan kesehatan dan gizi masyarakat. Hal ini akan membantu memutus siklus malnutrisi antargenerasi.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Cina di TL, Xiao Jianguo mengatakan bahwa bantuan tersebut dari pendanaan Pemerintah Cina melalui South-South Cooperation Assistance Fund (SSCAF), dan bekerjasama dengan WFP, agar mendapatkan sereal super makanan campuran kedelai- jagung yang diperkaya dengan vitamin dan mineral. Dan akan didistribusikan Kemenkes dan Badan Penyimpanan Obat-Obatan dan Peralatan Medis (SAMES).

“Saya senang bisa meluncurkan program ini bersama UNWFP dan Kemenkes. Cina selalu bersedia untuk memperkuat koordinasi dan kemitraannya dengan PBB dan membantu TL untuk mengimplementasikan pada agenda 2030 dengan Pembangunan Berkelanjutan termasuk tanpa kelaparan dan transformasi sistem pangan,” kata Duta Besar China, Dr. Xiao Jianguo.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!