iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL

Pro-PALOP-TL dan PN tingkatkan komitmen fokus pengawasan anggaran pada gender

Pro-PALOP-TL dan PN tingkatkan komitmen fokus pengawasan anggaran pada gender

Duta Besar Uni Eropa di TL, Andrew Jacobs. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 21 oktober 2021 (TATOLI)- Pro-PALOP-Timor-Leste (TL)dan Parlemen Nasional (PN)  bersama meningkatkan peran pengawasan anggaran yang berfokus pada sensitif gender pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada  2022.

Demikian hal tersebut ditegaskan Duta Besar Uni Eropa di TL, Andrew Jacobs, dan Perwakilan Program Pembangunan PBB (UNDP) di TL, Munkhtuya Altangerel, melalui pembukaan resmi Seminar Penganggaran Sensitif Gender dan Pengawasan Parlementer terhadap Pengeluaran Publik dengan fokus pada gender, yang dihadiri  Presiden Parlemen Nasional, Aniceto Guterres di Hotel Timor, Dili, rabu.

Seminar ini merupakan bagian dari rencana kerja TL pada 2021, dan tujuan utamanya untuk melanjutkan pekerjaan yang dikembangkan dalam Kelompok Kerja Tingkat Tinggi I Parlemen Wanita PALOP-TL, yang bertujuan mempromosikan proses produksi informasi yang berkelanjutan, pengawasan parlemen, pembangunan pengetahuan dan implementasi praktik metodologis, serta fasilitasi sinergi antara PALOP dan TL.

Selain itu, seminar tersebut untuk mempromosikan kesetaraan gender, melalui mekanisme tata kelola dan konsolidasi demokrasi, dengan menggunakan Penganggaran Sensitif Gender sebagai sarana.

Seminar  difasilitasi para ahli dari program Pro-PALOP-TL ISC (Instituições Superiores de Control) dalam penganggaran sensitif gender, yang akan membahas topik-topik seperti, penganggaran sensitif gender, model  utama gender Pro PALOP-TL ISC dalam pengawasan anggaran, hasil analisis sensitif gender tahun fiskal pada 2017 – 2021 dan terakhir, usulan APBN 2022.

Sementara itu, Presiden Parlemen Nasional, Aniceto Guterres mengatakan, negara harus memikul tanggung jawab terhadap warga negaranya. Untuk itu,  merasionalisasi dan mensistematisasikan anggaran, yang digariskan sebagai pelaksanaan transparansi keadilan sosial dan mendukung pembangunan ekonomi yang merata di atas segalanya.

“Anggaran sensitif gender mendorong distribusi sumber daya negara yang adil, menciptakan peluang yang lebih besar dan lebih baik bagi semua orang,” ungkap Aniceto.

Perwakilan UNDP di TL, Munkhtuya Altangerel mengatakan,  penganggaran sensitif gender adalah alat yang mempengaruhi dan manajemen yang terkait dengan penganggaran dan siklus anggaran, dan memungkinkan proses pengambilan keputusan menjadi kaya dan transparan.

” Pemerintah, dalam proses perencanaan dan penganggaran strategis, memastikan bahwa kebijakan publik peka gender dan tidak meninggalkan siapa pun, memastikan bahwa laki-laki dan perempuan, anak laki-laki dan anak perempuan memiliki kesempatan yang sama,” jelas Perwakilan UNDP itu.

Dilain pihak, Duta Besar Uni Eropa di TL, Andrew Jacobs menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memutus lingkaran setan diskriminasi berbasis gender, termasuk mendukung negara-negara mitra untuk menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan untuk memenuhi hak-hak perempuan dan memperbaiki kesetaraan gender.

“UE bertujuan untuk dunia di mana hak-hak anak perempuan dan perempuan diklaim, dihargai dan dihormati oleh semua. Dimana setiap orang dapat memenuhi potensi mereka dan berkontribusi pada masyarakat yang lebih adil untuk semua,” ungkapnya.

Dia mengatakan, mengenai  Pro PALOP-TL ISC Tahap II – Program Konsolidasi Tata Kelola Ekonomi dan Sistem Manajemen Keuangan Publik di PALOP dan TL bertujuan meningkatkan tata kelola ekonomi di PALOP-TL.

Program ini merupakan hasil Kemitraan Strategis antara UE dan UNDP, dan didanai Uni Eropa sebesar 8,05 juta Euro, dikelola langsung  UNDP

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!