DILI, 18 agustus 2021 (TATOLI)— Perwakilan organisasi Kesehatan dunia (WHO) di Timor-Leste (TL), Arvind Mathur meminta kepada para penerima vaksin lengkap untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Permintaan Arvind Mathur ini terkait dengan meningkatnya angka pasien Covid-19 dalam beberapa hari ini sebagai akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
Berita terkait : Update Covid-19 : 247 kasus baru dan lima meninggal dunia
“Disaat saya berjalan di sepanjang kota, dan satu hal yang membuat saya sedih adalah orang-orang hilir-mudik tidak mengikuti protokol kesehatan. Kalau situasinya terus seperti ini, biarpun angka vaksin meningkat, namun angka Covid-19 juga akan meningkat,” tuturnya kepada Tatoli di Hotel Novo Turismo, Dili, rabu ini.
Menurutnya, data menunjukan bahwa orang-orang yang sudah menerima vaksin sangat rendah terkena Covid-19, jika dibandingkan dengan mereka yang belum menerima vaksinasi.
Ia menjelaskan, vaksin bukan salah satu faktor utama untuk mencegah Covid-19. Karena itu, ia mengimbau kepada semua masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta tetap mencuci tangan.
“Dengan vaksin resiko untuk terkena virus sangat rendah. Orang yang sudah divaksin bisa terkena Covid-19, namun tidak akan separah mereka yang belum menerima vaksinasi,” ujarnya.
Ia berharap semua orang dapat mensosialisasi bahwa meskipun sudah divaksin, namun dianjurkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Bonifacio Maucoli dos Reis menyebutkan angka vaksinasi di kotamadya Dili untuk dosis pertama sudah mencapai 70% lebih dan untuk dosis kedua mencapai 50% lebih.
Sementara, angka Covid-19 di kotamadya Dili pada pada (17/08) mencatat 192 kasus aktif dan tiga orang meninggal dunia.
“Kita lihat angka vaksinasi meningkat, namun angka Covid-19 juga meningkat. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran untuk ikuti protokol kesehatan,” tuturnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




