DILI, 28 juni 2021 (TATOLI) – Lembaga Swadaya Masyarakat (FONGTIL) meminta kepada pemerintah, untuk menyediakan tempat yang layak bagi kelompok Arte Moris.
Permintaan FONGTIL berkaitan dengan pengusiran Arte Moris dari tempat yang selama ini mereka tempati di Komoro, Dili. FONGTIL meminta pemerintah melalui Sekretaris Negara urusan Properti dan Sekretaris Negara urusan Seni dan Budaya untuk mencari tempat yang baru bagi kelompok Arte Moris.
“Dengan tempat yang layak, kelompok Arte Moris dapat melanjutkan pekerjaan mereka, melestarikan seni di Timor-Leste,” jelas Daniel Santos do Carmo sebagai Direktur Eksekutif FONGTIL, melalui konferensi pers di lakukan di Kaikoli, senin ini.
Menurutnya, Sekretaris Negara urusan Seni dan Budaya mempunyai tujuan dalam rencana strategis, pengembangan internal dalam suatu kebudayaan dan setiap tahun pemerintah telah berinvestasi melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Dia memaparkan, FONGTIL mempertimbangkan bahwa Arte moris sebagai mitra utama dalam kemajuan suatu seni, maka meminta kepada Sekretaris Negara urusan Seni dan Budaya untuk bekerja sama dengan Arte Moris guna melestarikan seni di Timor Leste.
“ Karena sekarang kelompok Arte Moris tidak ada tempat, kami meminta pertanggung jawaban pada Kementerian yang terlibat untuk memberi tempat yang baru bagi Kelompok Arte Moris,” ujar Daniel.
FONGTIL juga mengungkapkan, sebelum melakukan pengusiran tempat bagi Arte Moris, tidak adanya surat pemberitahuan, dan menurut hukum yang diterapkan di Konstitusi RDTL pasal 43 tentang semua orang mempunyai kebebasan asosiasi dengan pendapat dan tidak melakukan kejahatan dengan mengikuti hukum yang diterapkan. “ Untuk itu, pemerintah harus menyediakan tempat yang layak bagi Arte Moris,” tuturnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




