iklan

DILI, METRO

22.220 populasi dari korban bencana alam  telah menerima bantuan

22.220 populasi dari korban bencana alam  telah menerima bantuan

Bencana alam yang terjadi pada 4 april 2021 di Dili. Foto TATOLI/Antonio Goncalves

DILI, 23 juni 2021 (TATOLI)—  Sekretaris Negara urusan Perlindungan Sipil (SEPS), Joaquim Gusmão Martins mengatakan 22.220 populasi dari korban bencana alam yang terjadi pada 4 april 2021, sudah menerima bantuan.

Sekretaris Negara Joaquim mengungkapkan, dari data yang dikumpulkan oleh Kementerian Administrasi Negara (MAE) dari total 22.220 orang yang sudah menerima tersebut, masih ada 7.895 yang belum mendapatkan bantuan.

“Kita mengusahkan paling lambat awal juli 2021, bantuan bagi yang belum menerima  akan di distribusikan, karena dana untuk tahun 2021 sudah tidak ada. Sekarang ini kita mengharapkan pada anggaran darurat  (fundus kontinjênsia) sesuai dengan keputusan dari Parlamen Nasional,” ungkap Sekretaris Negara Joaquim kepada wartawan di Hotel JL Villa, selasa ini.

Dia mengatakan hampir semua korban sudah mendapatkan bantuan, dan beberapa yang belum, namun Sekretaris Negara urusan Perlindungan Sipil akan mengajukan permohonan anggaran darurat  kepada Parlamen dengan dana sebesar $3 juta untuk bisa melanjutkan program bantuan tersebut.

 “Untuk saat ini, kita menggunakan dana tersebut namun harus menyiapkan untuk anggaran bagi Kota Madya yang lain jika terjadi  bencana lagi, dapat secepatnya diatasi,” katanya.

Selama ini SEPS selalu mendapatkan bantuan yang diberikan oleh para mitra dalam membantu korban bencana alam, seperti dari Australia Humanitarian Partnership, Care Internasional, Plan Internasional, Oxfam, Child Fund, Kedutaan Besar Indonesia di Timor-Leste juga dari beberapa instansi pribadi dan yang lainnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Administrasi Negara, total keseluruhan korban bencana yang terjadi di tanah air berjumlah 30.207 dan angka tertinggi untuk Dili dengan total populasi 24.726.

Reporter                  : Mirandolina Barros Soares

Editor                       : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!